Jakarta NAWACITA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara soal penangkapan politisi PPP Rohamurmuziy (Romy) oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) karena terjerat kasus jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).
Usai membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Perindo, Selasa (19/3), Presiden pun menyatakan, dirinya memberikan kewenangan penuh kepada KPK untuk mendalami kasus tersebut.
"Kami berikan kewenangan penuh kepada KPK untuk memeriksa kasus ini," kata Jokowi di JI-EXPO, Kemayoran, Jakarta, Selasa (19/3).
Ia menyatakan kasus dugaan jual beli jabatan ini masih dalam proses penyidikan. Sementara ditanya soal penggeledahan ruang kerja Menang Lukman Hakim yang dilakukan KPK, Jokowi tampak enggan mengomentari.
"Saya enggak mau komentar yah. Ini masih dalam proses pemeriksaan, jadi saya enggak mau komentar yah," ujar Jokowi.
Seperti diberitakan sebelumnya, dalam kasus tersebut, penyidik KPK juga telah menggeledah ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Dari ruang Lukman, penyidik menyita uang ratusan juta dalam pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat.
KPK menetapkan Romi sebagai tersangka dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag. Romi diduga menerima suap dari mantan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi. Baik Haris maupun Muafaq juga sudah jadi tersangka.
Dalam proses penyidikan tersebut, tim penyidik sudah menggeledah sejumlah lokasi, mulai dari ruang kerja Lukman, ruang Sekretaris Jenderal dan Ruang Biro Kepegawaian Kemenag, hingga Kantor DPP PPP.
Lembaga antikorupsi itu juga membuka peluang memeriksa Lukman dalam kasus dugaan suap ini.