NAWACITAPOST.COM - Pegiat media sosial, Lukman Simandjuntak, mengemukakan pertanyaan yang menarik terkait dukungan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, terhadap pasangan calon nomor urut dua, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Lukman Simandjuntak mempertanyakan apakah Khofifah tersandera dalam kasus suap dana hibah karena memilih mendukung pasangan tersebut.
Dalam postingan di akun media sosial pribadinya, Lukman mengungkapkan keheranannya melihat bahwa terdapat perwakilan Nahdlatul Ulama (NU) yang mendukung paslon nomor urut satu dan tiga, tetapi Khofifah malah memilih untuk bergabung dengan Prabowo-Gibran.
Baca Juga: Memimpin Forum Rektor Indonesia 2023-2024, Rektor UNESA Siap Laksanakan Arahan Presiden
Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah ada faktor-faktor tertentu yang menyebabkan keputusan tersebut, terutama terkait dengan kasus suap dana hibah.
"Wajar dong kalau Cak Imin ragu, ada perwakilan NU alias Cak Imin di 01, serta Mahfud MD di 03, eh Khofifah kok malah gabung 02? Apakah ada yang tersandera suap dana hibah?" ungkap Lukman dalam postingannya.
Sebelumnya, Cawapres Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin telah meragukan 'ke-NU-an' Khofifah yang mendukung pasangan Prabowo-Gibran.
Gus Yahya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menanggapi santai pernyataan tersebut dengan menertawakannya. Gus Yahya menekankan bahwa yang meragukan ke-NU-an Khofifah tidak pernah menjadi pengurus NU.
"Yang meragukan ke-NU-annya Bu Khofifah gak pernah menjadi pengurus NU, kan celaka," ujar Gus Yahya.
Gus Yahya juga menambahkan bahwa dalam kontestasi Pilpres 2024, seperti sekarang, seringkali orang berbicara tanpa memiliki dasar yang kuat, dan pernyataan seperti itu sebaiknya diabaikan. ***