NAWACITAPOST.COM - PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) kembali melakukan langkah strategis dalam mengembangkan kawasan Summarecon Serpong. Emiten properti ini melalui entitas anaknya, PT Serpong Cipta Kreasi (SPCK), mendirikan dua perusahaan patungan dan melakukan akuisisi lahan seluas lebih dari 120 hektare dengan nilai total transaksi mencapai Rp3,65 triliun.
Informasi tersebut disampaikan dalam keterbukaan informasi yang dirilis di Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 17 Juni 2025. Pengembangan ini dilakukan SPCK melalui kerja sama dengan dua perusahaan afiliasi, PT Variatata (VT) dan PT Lestari Kreasi (LK).
Dari kerja sama ini, dibentuk dua entitas baru, yaitu PT Serpong Cahaya Harmoni (SPCH) dan PT Serpong Cipta Lestari (SPCL). SPCH akan menjadi pihak yang mengakuisisi lahan milik VT seluas 100,55 hektare yang tersebar di wilayah Pakulonan Barat, Curug Sangereng, Medang, dan sekitarnya dengan nilai akuisisi mencapai Rp3,02 triliun.
SPCK memiliki 60 persen kepemilikan di SPCH, sementara 40 persen sisanya dimiliki oleh VT. “Total nilai transaksi jual beli atau pemindahan hak atas bidang-bidang tanah tersebut Rp3.016.596.000.000 di mana total nilai transaksi akan bergantung pada hasil pengukuran atas bidang tanah saat pensertifikatan atas nama SPCH,” tulis manajemen Summarecon Agung dalam dokumen resmi keterbukaan informasi.
Adapun SPCL didirikan dengan komposisi kepemilikan yang sama, yakni SPCK sebesar 60 persen dan LK sebesar 40 persen. Perusahaan ini bertugas mengakuisisi lahan milik LK seluas 21,18 hektare yang terletak di Desa Cihuni, dengan nilai transaksi mencapai Rp635,64 miliar.
Pembayaran terhadap seluruh lahan ini akan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu tiga tahun hingga 2028. Manajemen Summarecon menjelaskan bahwa ekspansi ini dilakukan sebagai respons terhadap permintaan yang terus meningkat terhadap hunian dan kawasan komersial di Serpong.
Baca Juga: Gelar RUPST, Ciputra Development Bagikan Dividen Rp444,85 Miliar
Ketersediaan infrastruktur seperti jalan tol, fasilitas pendidikan, dan pusat perbelanjaan disebut sebagai faktor pendukung yang menjadikan kawasan ini semakin potensial untuk dikembangkan. “Perluasan area pengembangan proyek di kawasan Summarecon Serpong dapat memperkuat posisi perseroan dalam persaingan dengan pengembang lainnya di kawasan tersebut,” ungkap manajemen Summarecon.