nasional

Ratusan Ribu Driver Ojol Akan Lakukan Aksi Serentak Matikan Aplikasi Besok, Kenapa?

Senin, 19 Mei 2025 | 10:18 WIB
Ratusan Ribu Driver Ojol Akan Lakukan Aksi Serentak Matikan Aplikasi

NAWACITAPOST.COM - Sekitar 500 ribu pengemudi ojek online dikabarkan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran dan secara serempak mematikan aplikasi (offbid) pada Selasa, 20 Mei 2025.

Aksi ini diinisiasi oleh Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) yang menaungi berbagai pekerja sektor transportasi digital seperti ojek online, taksi online, dan kurir.

Para pengemudi menyuarakan kekecewaan terhadap pihak aplikator yang dinilai melanggar regulasi dan merugikan mitra driver.

Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya warga Jabodetabek, karena Ibu Kota diperkirakan akan dibanjiri ribuan pengemudi ojol roda dua dan roda empat dalam rangka Aksi Akbar dan Reuni Aspirasi 205.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi, terutama kemacetan dan gangguan aktivitas publik di Jakarta pada 20 Mei mendatang,” ujar Raden Igun, dikutip dari Antara, Senin (19/5).

Baca Juga: Mau Kulineran Legendaris? Ini 5 Tempat Makan Legendaris dan Populer di Bandung

Tak hanya dari Jabodetabek, para peserta aksi juga akan datang dari berbagai daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Cirebon, Palembang, Lampung, hingga Banten Raya.

Ia mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan waktu perjalanan agar tidak terjebak kemacetan di titik-titik lokasi aksi.

Dalam unjuk rasa ini, berbagai aliansi driver seperti APOB, GOGRABBER, TEKAB, SAKOI, dan organisasi GEPPAK (Gerakan Putra Putri Asli Kalimantan) juga akan turut ambil bagian.

Aksi nasional ini direncanakan berlangsung serentak di banyak kota besar di seluruh Indonesia.

Para pengemudi online menuntut kejelasan serta keadilan dalam penerapan regulasi, terutama mengenai Kepmenhub KP No. 1001 Tahun 2022 yang mengatur batas maksimal potongan aplikasi sebesar 20%. Kenyataannya, sejumlah aplikator dituding memotong penghasilan driver hingga 50%.

Lewat aksi ini, para pengemudi berharap pemerintah lebih peka dan segera bertindak terhadap pelanggaran yang dianggap semakin merugikan para pekerja di sektor transportasi daring.

Tags

Terkini