NAWACITAPOST.COM - Cincin Fisherman’s Ring atau "Cincin Nelayan" yang selama lebih dari satu dekade dikenakan oleh Paus Fransiskus dalam berbagai upacara resmi, akan dihancurkan—atau setidaknya dirusak—oleh Vatikan setelah kepergiannya.
Mengutip laporan Reuters pada Rabu (23/4/2025), penghancuran cincin ini bukan hanya ritual seremonial, tetapi juga simbol penting dalam tradisi Gereja Katolik yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Cincin tersebut dikenal luas karena memuat gambar Santo Petrus, murid Yesus yang juga dikenal sebagai nelayan, sedang melempar jala dari atas perahu.
Dalam versi lain, Petrus juga digambarkan memegang kunci Kerajaan Surga, menandai otoritas spiritualnya.
Baca Juga: Paus Fransiskus Akan Dimakamkan Setelah 9 Hari Berkabung, Kapan Pemakamannya?
Tugas penghancuran cincin ini diemban oleh Camerlengo, pejabat Vatikan yang bertanggung jawab selama masa sede vacante—periode ketika Tahta Suci kosong menunggu pemilihan paus baru. Saat ini, jabatan Camerlengo dipegang oleh Kardinal Kevin Joseph Farrell.
Cincin milik Paus Fransiskus memiliki keistimewaan tersendiri. Dibuat dari perak berlapis emas, cincin tersebut berbeda dengan pendahulunya yang biasanya terbuat dari emas murni. Ia menerima cincin itu saat ditahbiskan sebagai Paus ke-266 pada tahun 2013.
Baik cincin maupun liontin resmi seorang paus akan dihancurkan dengan palu setelah wafatnya, guna mencegah pemalsuan dokumen resmi. Tradisi penghancuran ini telah diterapkan sejak tahun 1521 hingga saat ini.
"Kita bersyukur kepada Tuhan atas karunia yang diberikan kepada Gereja melalui pelayanan Paus Fransiskus, seorang peziarah harapan," ucap Kardinal Mauro Gambetti saat memimpin doa bersama ribuan umat di Lapangan Santo Petrus pada Senin malam (21/4).
Sementara itu, pertemuan para kardinal Vatikan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 waktu setempat. Selain merancang rangkaian prosesi pemakaman, mereka juga akan membahas roda operasional Gereja selama masa takhta kosong hingga terpilihnya paus yang baru.
Jenazah Paus Fransiskus, yang saat ini masih disemayamkan di kediamannya di Santa Marta, akan dipindahkan ke Basilika Santo Petrus pada Rabu (23/4) pagi untuk memberi kesempatan kepada umat memberikan penghormatan terakhir. Prosesi pemakamannya sendiri akan dilangsungkan Sabtu, 26 April 2025, pukul 10.00 waktu setempat. Sesuai wasiatnya, Paus Fransiskus meminta agar dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore, bukan di Basilika Santo Petrus seperti para paus sebelumnya.