nasional

Penentuan Awal Ramadhan 1446 H, Kemenag Gelar Sidang Isbat pada 28 Februari 2025

Senin, 24 Februari 2025 | 08:59 WIB
Awal Ramadhan 1446 H dimulai pada 1 Maret 2025. (X)

NAWACITAPOST.COM - Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penetapan awal Ramadhan 1446 Hijriah atau 2025 Masehi di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat, pada Jumat, 28 Februari 2025. Sidang ini akan dipimpin oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan bertujuan menentukan awal bulan puasa bagi umat Islam di Indonesia.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa sidang isbat tahun ini akan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan ormas Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), para ahli falak, serta perwakilan dari DPR dan Mahkamah Agung.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, sidang ini akan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan ormas Islam, MUI, BMKG, ahli falak, serta perwakilan dari DPR dan Mahkamah Agung," ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, dalam keterangannya, Senin (24/2/2025).

Menurutnya, ada tiga rangkaian utama dalam sidang isbat yang akan dilaksanakan pada hari tersebut. Tahap pertama adalah pemaparan data mengenai posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi. Perhitungan ini dilakukan untuk mengetahui kemungkinan terlihatnya hilal di berbagai wilayah Indonesia.

Citramaja City adalah pilihan hunian yang tepat untuk keluarga masa kini, karena fasilitasnya lengkap, lingkungan hijau, dan akses strategis. (Instagram)

Selanjutnya, tahap kedua adalah verifikasi hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan yang telah ditentukan. Data hasil pemantauan ini akan menjadi salah satu faktor penting dalam proses penetapan awal Ramadhan.

Setelah itu, tahap ketiga adalah musyawarah dan pengambilan keputusan yang akan diumumkan kepada publik oleh Menteri Agama. Abu Rokhmad mengajak masyarakat untuk menunggu hasil sidang isbat dan mengikuti pengumuman resmi dari pemerintah mengenai awal Ramadhan 1446 H.

Hal ini sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah. Ia juga berharap agar umat Islam di Indonesia dapat mengawali ibadah puasa secara bersama-sama.

Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah (Urais Binsyar) Ditjen Bimas Islam Kemenag, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa berdasarkan data hisab awal Ramadhan 1446 H, ijtimak akan terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, sekitar pukul 07.44 WIB. Pada hari yang sama, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah berada di atas ufuk dengan kisaran antara 3° 5,91’ hingga 4° 40,96’, serta sudut elongasi antara 4° 47,03’ hingga 6° 24,14’.

Baca Juga: Rumah Pangan PNM Hadir di Sragen, Dorong Kemandirian Pangan Keluarga

Dengan kriteria tersebut, secara astronomi terdapat indikasi kuat bahwa hilal akan terlihat. Namun, keputusan akhir tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan diumumkan oleh Menteri Agama.

"Keputusan akhirnya kita tunggu berdasarkan hasil sidang isbat yang akan diumumkan Menteri Agama," kata Arsad.

Data hisab ini akan dikonfirmasi melalui proses rukyatul hilal yang akan dilakukan di berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia. Untuk itu, Kemenag bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kemenag di berbagai daerah guna memastikan hasil pemantauan hilal yang akurat dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Keputusan yang diambil dalam sidang isbat ini akan menjadi pedoman bagi umat Islam di Indonesia dalam menentukan awal Ramadhan. Dengan adanya proses yang melibatkan berbagai pihak dan menggunakan metode yang telah ditetapkan, diharapkan umat Islam dapat menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh kesiapan dan kekhusyukan.

Halaman:

Tags

Terkini