NAWACITApost.com - Ganjar Pranowo telah dikenal dengan reputasi anti-korupsi yang kuat. Dalam beberapa kesempatan, ia telah menunjukkan komitmennya terhadap transparansi dan kejujuran dalam kepemimpinannya di Jawa Tengah. Ia memperlihatkan kemauannya yang kuat untuk menyelesaikan masalah korupsi di lingkungannya.
Hal itu didukung oleh hasil survei terbaru Media Nawacita yang dirilis baru-baru ini. Berdasarkan hasil survei internal Media Nawacita diketahui bahwa Ganjar Pranowo menjadi calon presiden (capres) paling antikorupsi, dengan perolehan 58 persen. Kemudian disusul capres Anies Baswedan 30 persen, dan Prabowo Subianto hanya 11 persen.
Ganjar Pranowo, selaku Gubernur Jawa Tengah sebelumnya, terkenal dengan langkah-langkah antikorupsi yang diambilnya. Ia berupaya membangun citra kepemimpinan yang bersih dan transparan. Selama masa jabatannya, Ganjar terlihat aktif dalam pengawasan program pemerintah dan berkomitmen untuk menegakkan keadilan dalam hal pengelolaan keuangan negara.
Hal itu juga terbukti dari hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dikeluarkan pada 1 Oktober 2019. Dalam survei itu menempatkan Pemerintah Jawa Tengah sebagai daerah terbaik dalam bidang gerakan antikorupsi.
Capaian tersebut menurut Ganjar, berkat digitalisasi sistem dan pengawasan masyarakat. Ganjar mengatakan setelah melakukan mitigasi korupsi pada awal menjabat, yang pertama dilakukan adalah pembenahan sistem pemerintahan.
“Pertama pembenahan sistem dan dilanjutkan proses digitalisasi sistem. Yakni penerapan e-government, e-budgeting, pengelolaan gratifikasi, pelaporan LHKPN sampai pelayanan masyarakat melalui media sosial. Dengan demikian siapapun bisa mengakses,” kata Ganjar,