Sabtu, 6 Juni 2026

Pemerintah Dukung Pendidikan di Papua Bagi Semua Lapisan Masyarakat Termasuk Warga Miskin

Photo Author
tantitamara, Nawacita Post
- Senin, 30 Oktober 2023 | 11:54 WIB
 Seminar Nasional Pendidikan untuk Kebangsaan
Seminar Nasional Pendidikan untuk Kebangsaan


NAWACITApost.com – Mahasiswa Papua bersama narasumber, jajaran pimpinan kemahasiswaan dan undangan Sub Direktorat Kesejahteraan dan Kewirausahaan Mahasiswa menyelenggarakan Seminar Nasional Pendidikan untuk Kebangsaan dengan tema "Peran Mahasiswa dan Pemuda Papua Bersama Pemerintah Serta Perguruan Tinggi Dalam Pembangunan SDM Papua".





Hadir sebagai Narasumber Dionisius Way, S.Sos., MM Asisten 3 Provinsi Papua Selatan dan Theofransus Litaay, SH, LLM, Ph.D Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ketua Bidang Pemantauan Program Prioritas Nasional Kawasan Timur Indonesia, Kedeputian V KSP.





Litaay menyampaikan bahwa Papua merupakan wilayah yang menjadi tema khusus dalam program prioritas Presiden. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah mengembangkan Papua.





Disampaikannya, Indonesia juga telah menandatangani kerjasama dengan Papua Nugini, kerjasama ini menjadikan Papua sebagai halaman depan atau beranda depan Indonesia. “Jika halaman depan berarti harus bagus, harus maju,” ujarnya di Gedung Widyaloka, Rabu (25/10/2023).







Selain itu, kondisi Papua yang sekarang ini mengalami bonus demografi yang menyebabkan banyaknya jumlah anak muda menjadi tantangan bagi Papua. Ini bisa menjadi kekuatan tapi juga kelemahan yang akhirnya menjadi beban negara.





“Bisa menjadi kekuatan dengan pendidikan. Jangan pernah merasa kalau sekolah itu harus menjadi orang kaya karena pemerintah mendukung pendidikan di Papua bagi semua lapisan masyarakat termasuk warga miskin melalui berbagai skema beasiswa afirmasi di Papua,” katanya di hadapan mahasiswa Papua dari berbagai universitas se - Malang Raya.





Theo meminta mahasiswa dan pemuda Papua yang bisa sekolah dengan program beasiswa ADEM (Afirmasi Pendidikan Menengah) atau ADIK (Afirmasi Pendidikan Tinggi) untuk bersyukur karena kesempatan sekolah hanya dimiliki 30 persen dari masyarakat Indonesia, sedangkan dalam konteks Papua masih 15 persen.


Halaman:

Editor: tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini