Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Sudah hampir 87.000 sumur resapan dibangun Gubernur Jakarta Anies Baswedan, anggarannya pun menyentuh 1 triliun rupiah lebih. Hasilnya bukan mengatasi banjir, malah menambah banjir disejumlah titik.
Baca Juga : Siasat Hindari Kemungkinan dari Jeratan Hukum KPK, NasDem Deklarasikan Anies Capres?
Parahnya lagi, di sebuah sekolah (MTSN 19) di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, tergenang sampai sepinggan orang dewasa, dan menyebabkan 3 orang meninggal, Kamis (6/10/2022).
Terkait sumur resapan, yang menambah banjir di sejumlah kawasan Jakarta, juga jalan dan infrastruktur di jalan yang dibuat sumur resapan menjadi rusak dan berbahaya bagi pengendara kendaraan bermotor.
-
Di masa sisa jabatannya, yang hanya menyisakan waktu 200 jam lagi atau 9 hari lagi, menuju 16 Oktober 2022, Anies berhenti. Kado atau hadiah yang diberikan Capres NasDem di Pilpres 2024, bukan membahagiakan kotanya, dan sejahtera warganya, malah sebaliknya, tepatnya menyengsarakan warganya.
Dalam tayangan di berbagai stasiun TV, di acara breaking news Jakarta, Anies tak kelihatan di titik banjir, yang ada sesama warga membantu warga lainnya, yang terdampak bajir.
Oh ya, lupa Anies kan sudah dicapreskan partai NasDem, jadi pasca pencapresan (walaupun masih butuh 12 persen suara, untuk memenuhi syarat presiden threshold), ia lagi berkeliling daerah di Indonesia untuk memperkenalkan diri sebagai capres 2024.
Yang jelas, ketika warga Jakarta butuh pemimpin yang ada di tengah penderitaan rakyat, sang pemimpin yang masih Anies sebagai Gubernurnya, malah menghilang entah kemana?
Jadi, apakah layak Anies memimpin Indonesia yang begitu besar, bukankah memimpin Jakarta saja masih banyak catatan yang menyusahkan warganya?
Atau banjir yang melanda sebagian Jakarta, sebagai kado atau hadiah hadiah Anies bagi warga Jakarta?