Baca Juga: KPU Laporkan 181 Anggota KPPS Meninggal Dunia
Satu keluarga Jokowi nampak lebih berkuasa dari jutaan rakyat Indonesia. Hal itu karena bapak, adik ipar, anak, dan menantu bisa bercokol sebagai kepala negara, kepala daerah, ketua umum partai politik dan Hakim MK tanpa malu-malu.
Dan ketika musim kampanye Pemilu tiba, mereka tidak mau cuti terlebih dahulu. Sebab sudah dipersiapkan peraturannya terlebih dahulu oleh Sang Bapak.
Konstitusi yang dilahirkan oleh keringat-keringat pemikiran para tokoh bangsa yang brilian di awal kemerdekaan dan diamandemen empat kali oleh ratusan anggota parlemen sesudah Gerakan Reformasi '98, ditabrak-tabrak sesuka hatinya, seolah-olah Presiden Jokowi ingin mengatakan,"Negara adalah saya, dan hukum adalah keinginan saya!". Anak bau kencur yang usianya belum genap 40 tahun pun, dipersilahkan untuk menjadi Cawapres.
Negeri ini sedang darurat leadership, maka sebaiknya tidak boleh diserahkan begitu saja pada seseorang yang pernah menjadi penculik serta yang sudah dipecat dan tidak aktif lagi di militer tiba-tiba diberi anugerah bintang empat oleh Presiden Jokowi yang semakin lama semakin tak tahu diri.
Baca Juga: Alasan Heru Budi Bangun Food Estate di Kepulauan Seribu
Para koruptor yang dahulu sering ketakutan dan kabur ke luar negeri, sekarang begitu nyamannya bersembunyi di istana. Bagaimana bisa?.
Sepertinya, ada benarnya ketika salah seorang senior politik saya yang dahulu pernah sama-sama menjadi pendukung berat Jokowi, sejak menjadi Walikota di Solo, Gubernur Jakarta sampai menjadi Presiden dua periode.
"Saya menduga Jokowi adalah agen yang disusupkan untuk menguasai sumber daya alam (SDA) dan arah kebijakan NKRI untuk kepentingan asing secara konstitusional. Dan saya menduga pula, negeri ini sudah tersandera oleh kapitalisme global karena pembangunan infrastuktur yang melampaui kapasitas keuangan negara," kata senior.
Penulis: Saiful Huda Ems (SHE). Lawyer dan Pengamat Politik.
Artikel Terkait
OPINI: Operasi Senyap Kecurangan Pemilu ala Jokowi
OPINI: Pengkhianatan Jokowi pada Ahok dan Megawati
OPINI: Selamatkan Jokowi atau Selamatkan Negara?
OPINI: Beragama dan Bernegaralah yang Rasional!
OPINI: Nepotisme Penghasil Badut-badut Negara