Minggu, 19 Juli 2026

OPINI: Nepotisme Penghasil Badut-badut Negara

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 26 Maret 2024 | 08:30 WIB
Pengamat politik Saiful Huda EmS. (MNI)
Pengamat politik Saiful Huda EmS. (MNI)

NAWACITAPOST.COM - Saya paling benci dengan situasi seperti hari-hari ini. Rakyat dan polisi dibentur-benturkan di jalanan terus menerus, sedangkan penguasa di Istana sendiri malah asyik merampok dan bagi-bagi jabatan.

Publik harus tahu, baru di era rezim Joko Widodo (Jokowi), demonstrasi terus menerus terjadi tiada henti di Ibu Kota dan di berbagai daerah. Rakyat dibentur-benturkan terus menerus, seakan-akan tiada akhir.

Kadang, hari ini kita jadi teman, esok kita jadi lawan. Dan mayoritas persoalannya bukan dengan siapa-siapa melainkan semuanya berawal dari Presiden Jokowi.

Pelaksanaan penyaluran bantuan sosial (bansos) oleh Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini disabotase oleh Presiden Jokowi. Dan Risma hanya dipaksa untuk tahu yang Rp87 triliun saja, yang kemudian disalurkan sendiri pada rakyat.

Baca Juga: Kejar Tayang, MK Gelar Sidang Sengketa Pemilu Jadi 2 Sesi

Sedangkan yang Rp400 triliunnya, Risma sama sekali tidak tahu dan seakan tidak boleh tahu, digunakan untuk apa dan oleh siapa. Oleh Presiden Jokowi kah? Oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto kah? Oleh Mendag Zukifli Hasan kah? Atau oleh menteri-menteri penjilat Jokowi yang lainnya?

Entahlah...!

Pemilu b2024 juga sudah dipastikan penuh dengan kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif, dan sangat tidak mungkin warga negara biasa mampu melakukan hal seperti itu, kecuali oleh mereka yang memiliki kekuasaan! Itulah alasan, mengapa tim hukum Anies-Muhaimin dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK), serta meminta cawapres nomor urut 2 didiskualifikasi.

Komite HAM PBB dan media-media di luar negeri juga turut menyorot dan mempertanyakan soal kecurangan-kecurangan Pemilu 2024 di negeri ini. Lalu, masihkah Jokowi berlagak sebagai Presiden yang demokratis dan bijaksana?

Baca Juga: Partisipasi Pemilih Pemilu 2024 Lebih dari 81 Persen

Revolusi mental terpental-pental karena banyaknya manipulasi struktural yang tanpa malu-malu dipertontonkan oleh rezim Jokowi sendiri. Target Indonesia Emas 2045 seperti yang dikatakan oleh banyak orang, ternyata hanya memunculkan Emas Jokowi, Emas Usman, Emas Gibran, Emas Bobby, Emas Kaesang dan lain-lain (dll).

Merekalah badut-badut negara penyongsong 2045. Maka, jangan heran jika ada tokoh lokal, politisi pemula yang tidak memiliki track record perjuangan nasional apapun, dan yang hanya bermodalkan jadi menantunya presiden, kemudian ia dianugerahi sebagai tokoh nasional. Gila!

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini