Rabu, 15 Juli 2026

Rengasdengklok di Mata Ganjar: Cerita Perjalanan ke Rumah Sejarah Djiauw Kie Siong Berusia Ratusan Tahun

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Senin, 18 Desember 2023 | 11:19 WIB
Ganjar Pranowo sambangi rumah sejarah Djiauw Kie Siong, Karawang, Jawa Barat.  (Instagram)
Ganjar Pranowo sambangi rumah sejarah Djiauw Kie Siong, Karawang, Jawa Barat. (Instagram)

 NAWACITAPOST.com - Calon presiden (capres) Ganjar Pranowo mengunjungi Rumah Sejarah Djiauw Kie Siong yang berada di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat.

Saat berada Rumah Sejarah Djiauw Kie Siong ia merasa seolah diajak untuk mengingat kembali peristiwa penting jelang kemerdekaan RI, pada 16 Agustus 1945 silam.

Rumah sejarah Djiauw Kie Siong, kata Ganjar, merupakan sebuah tempat yang tak hanya mencerminkan keindahan arsitektur tradisional namun juga menyimpan kepingan sejarah yang dalam.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Janji Bangun Fasilitas Kesehatan di Setiap Desa

"Ini adalah rumah, yang pada saat itu anak-anak muda menculik Soekarno untuk segera menyatakan merdeka. Jadi ada warga keturunan yang memberikan rumahnya dan berkontribusi untuk kemerdekaan," kata Ganjar, Senin (18/12/2023).

Dengan atap limasan khas Jawa dan dinding kokoh dari kayu, rumah ini menampakkan kesederhanaannya, namun ternyata menyimpan sejarah luar biasa di balik dinding-dindingnya.

Pada tahun 1920, rumah ini menjadi saksi bisu dari peristiwa Rengasdengklok yang terjadi pada 16 Agustus 1945, tepat sehari sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga: Salami Gibran, Alam Ganjar Tuai Pujian Warganet

Di tengah peristiwa itu, dua tokoh penting Indonesia, Soekarno dan Mohammad Hatta, diculik oleh sekelompok pemuda dengan tujuan mempercepat proklamasi kemerdekaan.

Bangunan cagar budaya ini, kini dikelola oleh cucu dari Djiauw Kie Siong sendiri. Mengelilingi ruangan, terpampang foto-foto Soekarno dan M. Hatta, mengingatkan akan peristiwa bersejarah yang terjadi di tempat ini.

Ganjar tak dapat menahan kekaguman saat melihat sebuah kamar yang tertata rapi, yang dahulu digunakan untuk Bung Karno, Fatmawati, dan Guntur. Tempat tidurnya, yang telah berusia lebih dari satu abad, memberikan aura sejarah yang kuat dalam setiap senti meter ruangannya.

Baca Juga: Ganjar Tawarkan Solusi untuk Pendapatan Rendah dan Minimnya Lapangan Kerja

Saat duduk di sebuah kursi berusia 103 tahun, Ganjar merasakan kehadiran dan emosi yang teramat dalam. Ia bisa merasakan getaran sejarah dari setiap sudut ruangan, dari usia bangunan hingga peristiwa yang mengubah jalannya sejarah Indonesia.

Interaksi dengan warga setempat, penghuni sejarah ini, memberi pengalaman yang luar biasa bagi Ganjar. Penduduk Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat, begitu hangat menyambut Ganjar.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini