Dia juga menyayangkan adanya pernyataan dari Kepala DLH Subani yang menyampaikan bahwa untuk pengambilan sampel membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
"Jadi kata butuh biaya itu yang sangat menyakiti hati masyarakat Desa Babadan. Seharusnya ucapan tersebut tidak keluar dari seorang kepala dinas yang menangani persoalan limbah," ucap RH.
RH juga menanyakan esensi dari kegiatan sidak tersebut, yang seharusnya sebagai wakil dari pemerintah daerah, DLH responsif dan tanggap atas keluhan dari masyarakat.
"Kalau pernyataannya butuh biaya untuk mengambil sampel dan uji laboratorium, lantas untuk apa mereka datang sidak, itu kan sama saja bohong. Sebenarnya persoalan ini sudah menahun lo, bahkan warga juga sudah pernah demo, dan mereka-mereka yang datang saat sidak kemarin, juga pernah ikut mediasi bersama warga saat itu. Tapi anehnya kok tidak ada perhatian serius," ungkap RH.
Baca Juga: Warga Resah!!! Bau Busuk Tercium di Desa Babadan Patianrowo Nganjuk
RH beranggapan bahwa apa yang dilakukan oleh para pihak dalam sidak seakan hanya menghabiskan anggaran negara saja.
"Sekarang apa yang dilakukan mereka, mereka juga tidak mengambil sampel, tidak bertanya kepada warga terdampak, juga irit bertanya kepada pengelola. Ini membuktikan bahwa mereka tidak sungguh-sungguh dalam melakukan sidak," papar RH.
Begitu pula warga lainnya yang berinisial RM menganggap kegiatan sidak yang dilakukan oleh wakil dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk berpihak kepada pengelola.
"Jawaban dari mereka, khususnya Kepala DLH Nganjuk tidak melegakan masyarakat, di mana mereka seakan-akan berpihak pada pengelola. Apa mungkin karena mereka mendapatkan sesuatu ya," ucap RM dengan bertanya-tanya.
Baca Juga: DLH Nganjuk Lakukan Sidak di Patianrowo, Ini Perbedaan Antara Versi Kades dan Warga
Lanjut RM, seharusnya sebagai wakil dari Pemkab Nganjuk, mereka lebih berpihak kepada masyarakat, karena pengolahan limbah milik Sutikno telah menimbulkan bau hingga masyarakat terganggu dalam beraktivitas.
"Kalau mereka menyatakan tidak ada bau, ya karena mereka tidak datang saat proses pengolahan. Coba saja datang saat pengelola melakukan penggilingan hingga penjemuran, ya baunya di mana-mana," papar RM.
RM berharap kepada para pihak yang terlibat dalam kegiatan sidak, untuk bekerja masyarakat banyak, bukan untuk melindungi pengusaha yang telah meresahkan masyarakat.
"Jika tidak ada penanganan serius dari Pemkab Nganjuk, maka kami akan mengajak warga yang lain untuk melakukan aksi unjuk rasa," tutur RM.
Artikel Terkait
Warga Resah!!! Bau Busuk Tercium di Desa Babadan Patianrowo Nganjuk
Diduga Enggan Dikonfirmasi, Pemilik Pengolahan Limbah Desa Babadan Patianrowo Ancam Wartawan yang Liput
Sempat Ancam Wartawan yang Meliput, Pemasok Pengelola Limbah Diperkirakan Berasal dari Lengkong
Ijin Usaha Dua Perusahaan Antara Pemasok dan Pengelola Limbah Dipertanyakan, Walhi Desak Pemerintah Setempat
DLH Nganjuk Lakukan Sidak di Patianrowo, Ini Perbedaan Antara Versi Kades dan Warga
Ikut Bergabung Dalam Kegiatan Sidak di Babadan Patianrowo, DPMPTSP Nganjuk Sampaikan Ini