Minggu, 19 Juli 2026

Ikut Bergabung Dalam Kegiatan Sidak di Babadan Patianrowo, DPMPTSP Nganjuk Sampaikan Ini

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Jumat, 31 Januari 2025 | 10:26 WIB
Tim yang terlibat dalam Sidak ketika akan memasuki lokasi pengolahan limbah  (Istimewa)
Tim yang terlibat dalam Sidak ketika akan memasuki lokasi pengolahan limbah (Istimewa)

Lanjut Imam Robani berkata bahwa sudah pernah ada reaksi dari masyarakat berupa aksi demo ke Kantor Desa Babadan, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk, yang hingga memaksakan Pemdes untuk menghubungi pihak terkait hingga tingkat Kabupaten.

"Jadi dari masyarakat itu sudah pernah demo ke Desa. Akhirnya saya jembatani dan saya juga menghubungi dinas-dinas terkait termasuk perijinan, lingkungan hidup, dari perikanan, kesehatan maupun dari Forpimcam Kecamatan Patianrowo," ujarnya.

Imam Robani mengucapkan bahwa aksi tersebut juga dilakukan sebanyak tiga hingga empat kali.

"Hasil mediasinya itu waktu itu dari pihak yang punya usaha itu sanggup untuk bagaimana agar pengolahan limbah itu tidak bau, karena permintaan warga. Usaha apa saja terserah asalkan tidak menimbulkan bau busuk itu," jelasnya.

Baca Juga: Terima Kunjungan dari DPW Gibran Center Jatim, DPD GC Kabupaten Nganjuk Merasa Senang

Begitu pula salah satu warga Desa Babadan yaitu Badri (75) ketika diwawancarai tim awak media menyampaikan bahwa bau busuk tersebut berasal dari belakang rumahnya yang diduga digunakan untuk pengolahan limbah dan penggilingan telur.

"Saking wingking (Dari belakang red), niku penggilingan telur didamel pakan (itu penggilingan telur dibuat pakan red)," ucap Badri dikediamannya, kepada wartawan Nawacitapost.com pada Sabtu (25/1/2024).

Badri menambahkan bahwa dari hasil pengolahan limbah tersebut dijadikan pakan ternak diantaranya ikan, dan Bebek.

"Nek kadose niku didamel pakan ulam (kalau kelihatannya itu dibuat pakan ikan red) teng mriku kan enten kolam (itu kan ada kolam red) kalih bebek meri niku lo (sama anak bebek itu lo red)," imbuh Badri.

Menurut Badri jarak antara kediamannya dengan tempat penggilingan tersebut diperkirakan kurang lebih 50 meter, dengan jarak yang jauh tersebut masih menyebabkan bau busuk yang begitu luar biasa.

Baca Juga: Warga Resah!!! Bau Busuk Tercium di Desa Babadan Patianrowo Nganjuk

"Jarak saking griyo teng penggilingan niku 50 meter (jarak dari rumah ke penggilingan itu 50 meter red) nggih tasik mambu nemen (ya masih bau banget red)," katanya.

Lanjut Badri menjelaskan bahwa penggilingan tersebut juga tidak pasti, terkadang tiga hari sekali, dan terkadang dua hari sekali.

"Kadang nggih tigang dinten giling pindah (terkadang ya tiga hari giling sekali, red) kadang nggih kalih dinten (terkadang ya dua hari red), terakhir wingi mambu (terakhir kemarin bau red)," ujarnya.

Badri menjelaskan bahwa sejauh ini juga sudah sempat diprotes warga hingga berkali-kali.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mensos Risma Bantu Pengobatan 2 Warga Lampung

Kamis, 22 Juni 2023 | 20:56 WIB