Baca Juga: Transit di Desa Mojoagung Prambon Diduga Jadi Pemicu Deadlock Konfercab XX PC GP Ansor Nganjuk
"Jarak saking griyo teng penggilingan niku 50 meter (jarak dari rumah ke penggilingan itu 50 meter red) nggih tasik mambu nemen (ya masih bau banget red)," katanya.
Lanjut Badri menjelaskan bahwa penggilingan tersebut juga tidak pasti, terkadang tiga hari sekali, dan terkadang dua hari sekali.
"Kadang nggih tigang dinten giling pindah (terkadang ya tiga hari giling sekali, red) kadang nggih kalih dinten (terkadang ya dua hari red), terakhir wingi mambu (terakhir kemarin bau red)," ujarnya.
Badri menjelaskan bahwa sejauh ini juga sudah sempat diprotes warga hingga berkali-kali.
"Nek warga nggih pun wongsal wangsul lek protes, tapi nggih panggah ngoten niku (kalau warga ya sudah berulang kali untuk protes, namun ya tetap seperti itu red)," papar Badri.
Ikuti dan dapatkan berita terupdate dari Sakera Kakanper PT Media Nawacita Indonesia (MNI) Nganjuk dan Kediri, Jawa Timur, langsung dari ponselmu, pada situs berita www.nawacitapost.com, melalui aplikasi Facebook, silahkan klik disini, dan disini, juga melalui aplikasi Twitter atau X, silahkan klik disini, pastikan dua aplikasi tersebut sudah terinstall pada ponselmu
Artikel Terkait
Transit di Desa Mojoagung Prambon Diduga Jadi Pemicu Deadlock Konfercab XX PC GP Ansor Nganjuk
Khotmil Qur'an Warnai Tes Kenaikan Tingkat Siswa PSHT Komisariat Padepokan dan Ranting Kota Nganjuk
Warga Resah!!! Bau Busuk Tercium di Desa Babadan Patianrowo Nganjuk
Diduga Enggan Dikonfirmasi, Pemilik Pengolahan Limbah Desa Babadan Patianrowo Ancam Wartawan yang Liput
Sempat Ancam Wartawan yang Meliput, Pemasok Pengelola Limbah Diperkirakan Berasal dari Lengkong
Ijin Usaha Dua Perusahaan Antara Pemasok dan Pengelola Limbah Dipertanyakan, Walhi Desak Pemerintah Setempat