Jumat, 24 Juli 2026

10 Prestasi SBY Saat Menjadi Presiden  

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Sabtu, 4 September 2021 | 11:50 WIB
Jakarta, NAWACITAPOSTSAAT lulus dari Akademi Militer (Akmil) tahun 1973. Susilo Bambang Yudhono biasa disapa SBY mendapat dua penghargaan. Lulusan Terbaik (Adhi Makayasa), dan prestasi tertinggi gabungan mental, fisik dan kecerdasan intelektual (Tri Sakti Wiratama).

Baca Juga : SBY Banggakan Museumnya, Jokowi Dibanggakan Rakyat Ada Irigasi (Bendungan Tukul – Pacitan)




Ayah dari Mayor TNI (Purn) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di tingkat militer punya  4 jabatan tertinggi. Kesatu  Menjadi Pangdam II/Sriwijaya (1996-1997) dengan pangkat Mayor Jenderal  sekaligus Ketua Bakorstanasda, Kedua Asospol Kassospol ABRI/ Wakil Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Umum MPR 1998), Ketiga Kassospol ABRI/ Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998),  Keempat Kepala Staf Teritorial ABRI (1998-1999) pangkatnya menjadi Letnan Jenderal.  Dan terhenti karier militernya. KSAD dan Panglima TNI tak pernah diraihnya.

Ketika era reformasi 3 jabatan menteri diberikan di era dua presiden  kepadanya :  Pertama Menteri Pertambangan dan Energi (sejak 26 Oktober 1999) Kedua Menteri Koordinator Politik Sosial Keamanan (Pemerintahan Presiden Gus Dur), Ketiga Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputeri) dan mengundurkan diri 11 Maret 2004. Kabarnya perisapan mendeklarasikan diri sebagai calon presiden dan menang.

Sementara di bidang pendidikan. Kakek dari Almira Tunggadewi Yudhoyono meriah gelar  Doktor Philosophy Doktoral (Ph.D) dari IPB pada 3 Oktober 2004. Itu didapatnya setelah memenangkan Pilpres 2004.

Baca Juga : 21 Kali Jokowi Tolak Gelar Doktor Honoris Causa



Rupanya menjadi Presiden dua periode (2004 -2009) dan (2009 -2014) digunakan SBY untuk meraih yang tertunda. Bintang empat militer didapatkan. Bahkan 10 gelar doktor saat menjadi Presiden, dan empat (4) gelar diraihnya ketika eks Presiden. Berikut daftarnya :

Kesatu  Doktor Honoris Causa bidang Ilmu Hukum dari Webster University St Louis, AS pada September 2005.

Kedua Doktor Honoris Causa bidang Ilmu Politik dari Thammasat University, Bangkok, Thailand pada Desember 2005.

Ketiga Doktor Honoris Causa bidang Pertanian dari Universitas Andalas, Padang pada September 2006.

Keempat Doktor Honoris Causa bidang Media dan Pemerintahaan dari Keio University, Tokyo pada November 2006.

Kelima Doktor Honoris Causa dari Tsinghua University, Beijing pada Maret 2012.

Keenam Doktor Honoris Causa dari Universiti Utara Malaysia pada Desember 2012.

Ketujuh Doktor Honoris Causa bidang Kepemimpinan dan Pelayanan Publik dari Nanyang Technological University Singapura pada April 2013.

Kedelapan Doktor Honoris Causa bidang Hukum Perdamaian dari Universitas Syiah Kuala, Aceh pada September 2013.

Kesembilan Doktor Honoris Causa dari Universitas Ritsumeikan, Jepang pada September 2014.

Kesepuluh Doktor Honoris Causa bidang pendidikan dan kebudayaan dari Universitas Soka, Jepang, Oktober 2014.

Kesebelas Doktor Honoris Causa dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Januari 2016.

Keduabelas Doktor of Economics Honoris Causa dari University of Western Australia (UWA) tahun 2015.

Ketigabelas Doktor of Economics Honoris Causa dari Charles Darwin University, Australia, Oktober 2017.

Keempatbelas Honoris Causa bidang Manajemen dari Universitas Kuala Lumpur (UniKL), Oktober 2018.

Tragisnya, 10  gelar Doktor Honoras Causa (HC) yang didapat saat menjadi Presiden. Hanya berefek pada dirinya. Belum dirasakan masyarakat Indonesia. Pembangunan jalan tol hanya puluhan kilometer, bendungan tak ada yang dibangun, bandara dan pelabuhan pun sama. Ironisnya lagi Wisma Atlet di Hambalang Bogor mangkrak, dan pengadilan menilai terjadi kerugian negara sebesar Rp 461 miliar di proyek 1,17 triliun rupiah.

Bahkan dengan 10  gelar Doktor HC,  SBY berhasil membangun Museum dan Galery SBY - Any( dugaannya dana APBD dari Pemprov Jatim dititipkan ke Bupati Pacitan) karena desakan masyarakat dan pemberitaan media, dana tersebut di tarik lagi oleh Gubernur Kofifah Indah Parawansa. Kemudian prestasi lainnya, mendapat rumah pribadi dari negara yang peraturannya dibuat saat SBY menjabat Presiden. Nilai rumahnya mencapai 300 miliar rupiah berada di kawasan elit mega Kuningan.

Semua itu sangat berbanding terbalik dengan Jokowi yang menolak tawaran 21 gelar Doktor HC dari lembaga perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

Mensos Risma Bantu Pengobatan 2 Warga Lampung

Kamis, 22 Juni 2023 | 20:56 WIB