Kamis, 4 Juni 2026

Mengenal Kelompok Houthi di Yaman

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Jumat, 12 Januari 2024 | 16:42 WIB
Peta Yaman, negara yang menjadi basis kelompok Houthi.  (X)
Peta Yaman, negara yang menjadi basis kelompok Houthi. (X)

NAWACITAPOST.COM -Houthi atau secara resmi dikenal sebagai Ansar Allah, memiliki sejarah panjang yang melibatkan pemberontakan lokal dan pengaruh regional.

Kelompok Houthi diambil dari nama Hussein Badreddin al-Houthi, seorang pemimpin agama Syi'ah Zaidiyyah di Yaman.

Pada akhir 1990-an, Hussein al-Houthi mendirikan kelompok Houthi sebagai bentuk perlawanan terhadap dominasi Arab Saudi di Yaman. Kedekatannya dengan ideologi Syi'ah Zaidiyyah menjadi salah satu ciri khas kelompok ini.

Baca Juga: 9 Pedoman Orang Nias dalam Memilih Caleg DPR RI Dapil Sumut Dua

Pada tahun 2004, kelompok Houthi melakukan pemberontakan terhadap pemerintah Yaman, yang pada saat itu dipimpin oleh Presiden Ali Abdullah Saleh. Pemberontakan ini dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah dan dugaan tindakan korupsi.

Perlawanan Houthi terhadap pemerintah terus berkembang, dan konflik antara kelompok ini dan pemerintah semakin intens selama beberapa tahun.

Pada tahun 2011, dalam konteks Arab Spring, Presiden Ali Abdullah Saleh mengundurkan diri, sehingga membuka jalan bagi transisi politik di Yaman. Namun, konflik internal dan persaingan antara berbagai kelompok bersenjata, termasuk Houthi, terus berlanjut.

Baca Juga: 5 Jurusan Kuliah Paling Dibutuhkan CPNS

Pada 2014, Houthi mengambil alih ibu kota Sana'a dan menempatkan pemerintahan mereka sendiri. Ini memicu perang saudara yang melibatkan pemerintah Yaman yang diakui internasional dan koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi.

Dalam upaya untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui internasional, Arab Saudi meluncurkan intervensi militer pada tahun 2015. Koalisi tersebut bertujuan untuk menghentikan kemajuan Houthi dan memulihkan stabilitas di Yaman.

Namun, perang terus berlanjut, dan Yaman menjadi medan pertempuran yang kompleks dengan dampak kemanusiaan yang serius. Hingga 2021, perang telah menewaskan 377.000 orang.

Baca Juga: OJK Ungkap Kendala Proses Merger Bank Nationalnobu dan Bank MNC Internasional

Houthi secara terbuka mendukung oleh Iran, yang memberikan dukungan finansial dan persenjataan kepada kelompok ini. Hubungan ini telah menjadi sumber ketegangan regional antara Arab Saudi dan Iran, yang terlibat dalam konflik proksi di berbagai negara di Timur Tengah.

Sejak saat itu, kelompok Houthi terus mempertahankan kendali atas sebagian besar wilayah Yaman, dan konflik bersenjata terus berlanjut dengan dampak kemanusiaan yang signifikan. Kini, kelompok Houthi diperkirakan memiliki 20.000 pejuang.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB