NAWACITAPOST.COM - Pasukan militer Amerika Serikat (AS) dan Inggris melancarkan serangan udara besar-besaran ke 16 lokasi Houthi di Yaman pada Jumat (12/1/2024).
Serangan tersebut melibatkan setidaknya 100 rudal, termasuk rudal Tomahawk dan pesawat tempur. Menurut Komando Pusat Angkatan Udara AS, aksi ini sebagai respons terhadap serangan Houthi yang mengganggu kapal dagang di Laut Merah.
Houthi, yang menguasai sebagian besar Yaman sejak 2014, terlibat dalam serangan terhadap kapal dagang di Laut Merah. Mereka menilai kapal tersebut berhubungan dengan Israel, sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina yang diserang oleh Israel.
Baca Juga: 9 Pedoman Orang Nias dalam Memilih Caleg DPR RI Dapil Sumut Dua
"Negara kami menjadi sasaran serangan agresif besar-besaran oleh kapal perang, kapal selam, dan pesawat tempur Amerika dan Inggris," kata Wakil Menteri Luar Negeri Houthi Hussein Al-Ezzi.
Serangan terbaru dilakukan sebagai respons terhadap serangan yang tidak pernah terjadi sebelumnya oleh Houthi, termasuk penggunaan rudal balistik anti-kapal untuk pertama kalinya.
Presiden AS Joe Biden menyebut serangan AS-Inggris sebagai tindakan pertahanan diri setelah serangan di Laut Merah. Pernyataan Biden menekankan bahwa tindakan lebih lanjut dapat diambil jika diperlukan.
Baca Juga: OJK Ungkap Kendala Proses Merger Bank Nationalnobu dan Bank MNC Internasional
Meski demikian, Houthi membantah serangan udara tersebut dan memperingatkan bahwa serangan terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel akan terus berlanjut. Konflik di Yaman terus menjadi isu sensitif dan memerlukan upaya diplomasi untuk mencapai solusi damai.
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak, memberikan dukungan terhadap serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) di Yaman.
Sunak menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan langkah yang perlu dan sebanding sebagai respons terhadap serangan yang terus dilakukan oleh kelompok Houthi terhadap kapal dagang di Laut Merah.
Baca Juga: 5 Jurusan Kuliah Paling Dibutuhkan CPNS
Menurut Sunak, meskipun telah ada peringatan berulang dari komunitas internasional terhadap Houthi, kelompok tersebut tetap melancarkan serangan di Laut Merah. Oleh karena itu, Inggris bersama dengan AS mengambil tindakan yang dianggap perlu dan proporsional.
Tujuan dari serangan ini adalah membela diri dan melindungi keamanan pelayaran global di wilayah tersebut.
Artikel Terkait
Negara Yaman - Kawasan Arab, Ditetapkan PBB Sebagai Negara Dengan Krisis Kemanusiaan Terburuk Di Dunia
Surya Hidayat Pratama Dibebaskan Dari Penahanan Houthi
Perang HAMAS Vs Israel, Ketum PGI Pdt Gomar Gultom, M.Th : Mendukung Resolusi PBB dan Seruan Kepala Gereja di Yerusalem
Perang Hamas-Israel Tewaskan 175 Tenaga Medis
37 Jurnalis Tewas dalam Perang Hamas-Israel, CPJ Lakukan Penyelidikan