Jumat, 5 Juni 2026

Negara Yaman - Kawasan Arab, Ditetapkan PBB Sebagai Negara Dengan Krisis Kemanusiaan Terburuk Di Dunia

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Kamis, 27 Mei 2021 | 12:00 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Kawasan Arab bukan hanya Palestina -Israel yang berperang.  Negara Yaman pun dilanda serupa. Arab Saudi berperang dengan kelompok minoritas Syiah, Houthi (Yaman) yang didukung Iran. Terjadinya pada 26 Maret 2015, hingga kini belum ada tanda-tanda akan berakhir. 

Mayoritas Rakyat Indonesia Gunakan Logika Terhadap Isu Israel – Palestina, Kelompok Eks HTI – FPI Jadikan Panggung Politik



Akibat perang tersebut, 230 ribu orang tewas, dan hampir 21 juta jiwa dilanda kelaparan, dan kehilangan tempat tinggal. Sementara jumlah penduduk Yaman tahun 2020 mencapai 30 juta, tepatnya 29.825.964. Berarti hanya 9 juta jiwa yang belum menderita kelaparan.

Soal Perang di Yaman. Dukungan Iran nyata jelas kepada Kelompok Houti. Melebar lebih jauh, jejak Iran juga melekat pada kelomok Hezbollah di Libanon, dan Hamas di Palestina. Bisa diikatakan, Ketiga kelompok yang didukung Iran, mungkin hobinya perang. Maaf (Yaman), tanpa memikirkan para pengungsi akibat perang yang melandanya.

Kembali ke Yaman, pihak Arab Saudi, setelah perang 6 tahun dengan kelompok Houti yang didukung Iran, sudah mengajukan proposal perdamaian yang diawasi PBB. Namun proposal perdamaian itu tak menjamin perang akan berakhir.

Negara yang beribukota Sanaa ini, makin terpuruk selain akibat perang juga pandemi Covid -19. Sehingga Keterpurukan penderitaannya semakin parah.

Jadi, tepat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan  Yaman sebagai negara dengan krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Parameternya jelas, pengungsi berderet memanjang dan melebar hampir di setiap kota di Yaman. Antrian manusia tak terhitung jumlahnya.

 

 

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini