NAWACITApost.com - Perang Hamas dan Palestina telah menewaskan 175 tenaga medis sejak eskalasi, 7 Oktober 2023. Dilansir dari Al Jazeera, Menteri Kesehatan Palestina Mai al-Kaila mengatakan dalam 31 hari sejak dimulainya perang Israel-Hamas, sebanyak 175 petugas medis dan 34 pekerja pertahanan sipil telah terbunuh di Jalur Gaza.
Menteri kesehatan juga mengatakan selama periode yang sama, 16 dari 36 rumah sakit dan 51 dari 72 klinik tidak beroperasi. Hal itu karena pengeboman Israel, atau kurangnya bahan bakar dan obat-obatan untuk menjaga fasilitas-fasilitas tersebut tetap beroperasi.
"Sejumlah insiden telah tercatat di mana fasilitas medis, seperti Rumah Sakit Arab al-Ahli, dan ambulans dihantam serangan udara Israel, menewaskan pasien dan juga pekerja medis," demikian tulis Al Jazeera, dikutip Senin (6/11/2023).
Sebelumnya, pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk hak asasi manusia di Palestina, Francesca Albanese, menggambarkan runtuhnya sistem kesehatan di Gaza sebagai "bencana". PBB juga menyatakan, sebanyak 88 anggota staf The United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) atau Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB telah terbunuh di Gaza.
Peristiwa memilukan itu menjadikan perang Hamas-Israel sebagai konflik yang paling mematikan yang pernah terjadi untuk korban jiwa PBB. Pernyataan bersama yang jarang terjadi ini, dikeluarkan bersama dengan beberapa organisasi kemanusiaan non-PBB.