Jumat, 5 Juni 2026

Menebar Kasih di Balik Jeruji: Filosofi Hidup Petrus Hutagalung

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Sabtu, 3 Februari 2024 | 19:20 WIB
Petrus Hutagalung Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.KPLP) Lapas Pemuda Kelas 2A Tangerang
Petrus Hutagalung Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.KPLP) Lapas Pemuda Kelas 2A Tangerang

"Dulu inginnya kuliah di IKJ. Emang gak pernah kepikiran untuk kuliah ikatan dinas. Dulu pernah ditawarin juga untuk ke Akpol tapi saya gak mau, karena emang minatnya ke seni," ungkapnya.

Masuk AKIP (Akademi Ilmu Pemerintahan), kata Petrus, dorongan dari Paman (Amang tua). Saat itu ia terpaksa mengikuti karena menyangka kuliah seperti kampus biasa dan tak menyangka bisa lolos seleksi masuk.

"Karena dari pendaftar seluruh Indonesia hanya dibutuhkan 65 orang. Eh, ternyata lolos tes sampai tahap terakhir," ucapnya.

Ia pun kaget ternyata selama pendidikan di AKIP hampir sama dengan pendidikan di kedinasan. Disiplin ketat, aturan dan doktrin bela negara yang kuat serta mirip semi militer, ceritanya.

Baca Juga: Kunker Kantor Imigrasi Tanggerang, Studi Tiru Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Mempertahankan Predikat (WBK) dan (WBBM)

Awal menjalankan pendidikan, dirinya mengaku sempat ingin kabur dari pendidikan. Alasannya karena pada waktu itu masih remaja ingin hidup lebih bebas dalam artian tidak ingin terikat oleh aturan-aturan yang ketat.

Singkatnya, setelah menjalani dan membiasakan diri serta menerima doktrin tentang bela dan tugas abdi negara, ia mulai menikmati pembelajaran yang didapatkan selama kuliah.

Lulus menimba ilmu di AKIP tahun 2011, ia langsung ditempatkan di Ditjen Pas untuk pemantapan. Tahun 2012, mulai ditugaskan di Lapas Pekanbaru selama sekitar 3 tahun. Lalu pindah tugas ke Lapas Cipinang pada akhir tahun 2016.

Selama hampir empat tahun di Lapas Cipinang, pada tahun 2020 ia dipindah tugaskan ke lapas di Kota Medan. Setelah beberapa tahun bertugas di Medan ia akhirnya ditugaskan ke Lapas klas 2 Tangerang.

Baca Juga: Satresnarkoba Polresta Tanggerang Berhasil Ungkap Kasus Penjualan obat Keras Daftar G

Menurutnya, saat ini pelayanan Lapas terhadap warga binaan sudah jauh lebih baik. Tahun makin tahun pelayanan terhadap warga binaan mengalami peningkatan.

"Setiap warga binaan mendapatkan hak dan pelayanan yang sudah lebih baik. Tak hanya bagi warga binaan tapi juga layanan bagi keluarga warga binaan. Mulai dari perlakuan dan pelayanan," jelasnya.

Salah satu tantangan saat ini bagi petugas di lapas, adalah penghuni yang terbilang melebihi kapasitas. Ketika terjadi kelebihan kapasitas, potensi ketidaknyamanan dan gesekan antar warga binaan lebih besar.

Tapi kami sebagai petugas tetap berupaya bekerja maksimal sesuai aturan hukum dan standar operasional yang berlaku.

Lapas Klas 2 Tangerang juga memiliki sejumlah program pembinaan dan keahlian. Mulai dari Peternakan, Menjahit hingga Barista. Selain itu ada pembinaan melalui pesantren bagi warga binaan muslim.

Halaman:

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini