NAWACITApost.com - Sebagai seorang pekerja, ibu mungkin akan lebih banyak terlibat dalam tugas kantor. Namun, begitu tiba di rumah, peran ibu tetaplah sebagai seorang ibu dan istri.
Meskipun tubuh sudah lelah, tidak dapat dihindari bahwa ibu tentu akan terlibat dalam menyiapkan pakaian suami dan anak, meluangkan waktu bermain dengan anak kecil, atau menemaninya tidur.
Rutinitas tersebut tentu akan memakan waktu, pikiran, dan juga tenaga. Jika ibu tidak mampu menyeimbangkan peran tersebut, ibu akan mudah mengalami stres dan menjadi gelisah.
Oleh karena itu, agar ibu tetap dapat menjalani semuanya dengan baik dan sehat, ibu perlu melakukan berbagai hal yang dapat menjaga kesehatan mental diri sendiri. Hal ini juga penting untuk mencegah timbulnya kelelahan yang berlebihan.
Berikut ini adalah tips menjaga kesehatan mental bagi ibu pekerja:
1. Buat daftar prioritas
Biasanya, seorang ibu pekerja akan merasa tertekan dengan rutinitasnya, terlebih ketika ada hal yang tidak berjalan sesuai rencananya. Misalnya, ada tugas yang harus segera dikerjakan, tetapi dalam waktu bersamaan ada telepon dari anak yang sedang menangis di rumah.
Tentu saja kedua hal tersebut bisa membuat Bunda pusing. Makanya, untuk menyelesaikan segala hal satu per satu, ada baiknya Bunda membuat daftar prioritas.
Misalnya untuk kasus di atas, Bunda perlu menargetkan diri untuk menyelesaikan tugas kantor secepat mungkin. Selanjutnya, Bunda bisa meluangkan waktu untuk menelpon dan menghibur Si Kecil. Dengan begitu, perasaan Bunda akan lebih tenang dan pekerjaan juga terselesaikan dengan baik.
2. Awali hari dengan hal positif
Sebelum memulai hari, sebaiknya Bunda bangun lebih pagi dan meluangkan waktu untuk melakukan hal yang positif, misalnya berdoa, meditasi, atau yoga. Coba tanamkan rasa syukur dengan berterima kasih kepada Sang Pencipta atas apa saja yang Bunda punya dan segala yang telah dilakukan selama ini.
Berdoa dan bersyukur juga merupakan cara untuk meningkatkan kesehatan mental, membuat perasaan menjadi tenang, serta menurunkan tingkat stres dan kecemasan yang dirasakan.
3. Lakukan video call dengan anak
Sebagai ibu pekerja, meninggalkan anak yang mungkin masih kecil di rumah bersama pengasuh atau kakek dan neneknya tentu bisa membuat Bunda sedikit tidak tenang saat bekerja.
Agar pikiran Bunda tidak gelisah, cobalah untuk menjadwalkan panggilan video dengan Si Kecil. Tidak perlu lama-lama, 5 menit saja cukup kok untuk mengetahui apa yang sedang dilakukan Si Kecil di rumah serta melihat senyum dan tawa cerianya. Hal ini bisa menjadi mood booster dan penyemangat Bunda untuk kembali semangat bekerja, lho.
4. Luangkan waktu untuk me time
Sibuk di kantor dan di rumah, bukan menjadi alasan Bunda tidak bisa meluangkan waktu untuk melakukan me time, ya. Melakukan beberapa hal yang disukai, seperti berbelanja, makan makanan favorit, berkebun, menonton film terbaru, berolahraga, atau melakukan perawatan di salon boleh kok untuk Bunda lakukan kapan saja.
Tidak perlu merasa bersalah untuk melakukan me time. Soalnya, hal ini penting untuk mengurangi stres yang Bunda rasakan dan menjaga mood Bunda tetap baik. Dengan begitu, Bunda pun bisa bahagia menjalani segala aktivitas, termasuk merawat Si Kecil saat di rumah nanti.
5. Turunkan ekspektasi
Selama di rumah, gaya pengasuhan kakek dan nenek atau pengasuh dengan Bunda mungkin akan sedikit berbeda. Misalnya, saat bersama Bunda biasanya di pagi hari Si Kecil akan sarapan sambil membaca buku, sedangkan saat diasuh oleh pengasuh Si Kecil makan sambil berlari-larian.
Tentu saja hal tersebut agak berbeda dengan cara pengasuhan yang Bunda terapkan, bukan? Namun, agar Bunda bisa bekerja dengan baik di kantor, cobalah untuk turunkan sedikit ekspektasi tersebut.
Asalkan anak mau makan, tidak rewel, dan dalam kondisi yang sehat, sedikit perbedaan cara pengasuhan bukanlah hal yang perlu dibesar-besarkan.