Kamis, 4 Juni 2026

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi dari Campuran Bakteri

Photo Author
safrianasyahra, Nawacita Post
- Jumat, 11 Agustus 2023 | 14:50 WIB
Melansir Medical News Today, selama proses fermentasi, ragi pada scoby akan memecah gula di dalam teh dan melepaskan bakteri probiotik. Setelah difermentasi, simbiosis tersebut akan menghasilkan kombucha yang berkarbonasi, sehingga menyisakan teh yang bergelembung dan bersoda.  Biasanya kombucha berwarna kuning keorenan dan memiliki rasa sedikit manis dan asam. Kombucha memiliki manfaat kesehatan yang sama dengan makanan fermentasi lainnya seperti yoghurt dan asinan. Bakteri dan ragi yang ada di dalam kombucha mengandung probiotik yang dapat membantu meningkatkan kesehatan usus.
Melansir Medical News Today, selama proses fermentasi, ragi pada scoby akan memecah gula di dalam teh dan melepaskan bakteri probiotik. Setelah difermentasi, simbiosis tersebut akan menghasilkan kombucha yang berkarbonasi, sehingga menyisakan teh yang bergelembung dan bersoda. Biasanya kombucha berwarna kuning keorenan dan memiliki rasa sedikit manis dan asam. Kombucha memiliki manfaat kesehatan yang sama dengan makanan fermentasi lainnya seperti yoghurt dan asinan. Bakteri dan ragi yang ada di dalam kombucha mengandung probiotik yang dapat membantu meningkatkan kesehatan usus.

NAWACITApost.com Kombucha merupakan minuman yang semakin populer dalam lingkup kesehatan. Teh ini dihasilkan dari  fermentasi larutan teh dengan gula yang kemudian ditambahkan mikroba pemula yaitu bakteri Acetobacter xylinum dan beberapa ragi yaitu Saccharomyces cerevisiae, Zygosaccharomyces bailii, dan Candida sp.



Hasil dari proses fermentasi teh  Kombucha akan mengandung berbagai zat seperti asam asetat, folat, asam amino esensial, vitamin B, vitamin C, serta alkohol. Banyak yang menyebut teh ini sebagai teh jamur karena teh ini dibiarkan ‘menjamur’ dulu selama proses pembuatannya.






Waktu yang diperlukan untuk fermentasi teh Kombucha yaitu sekitar 8 – 12 hari pada suhu dingin antara 18 – 2  °Celsius. Pada lingkungan dengan suhu lebih dingin, fermentasi akan berlangsung lebih cepat. Lama fermentasi akan mempengaruhi kualitas fisik, kandungan, dan rasa teh.



Mengutip dari Medical News Today, selama proses fermentasi, ragi pada scoby akan memecah gula di dalam teh dan melepaskan bakteri probiotik. Setelah difermentasi, simbiosis tersebut akan menghasilkan kombucha yang berkarbonasi, sehingga menyisakan teh yang bergelembung dan bersoda.

Kombucha biasanya memiliki warna kuning keorenan dan memiliki rasa sedikit manis dan asam. Kombucha memiliki manfaat kesehatan yang sama dengan makanan fermentasi lainnya. Bakteri dan ragi yang ada di dalam kombucha mengandung probiotik yang dapat meningkatkan kesehatan usus.

Editor: safrianasyahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini