Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Ketika berbicara mengenai rumah makan padang hal pertama terlintas dipikiran yaitu salah satu lauknya yaitu rendang yang sudah terkenal di dunia. Tidak perlu diragukan lagi, rumah makan padang menjadi salah satu favorit yang wajib dikunjungi untuk memenuhi hasrat perut.
Tapi pernahkah memperhatikan porsi nasi putih yang diberikan rumah makan padang berbeda saat kita dine in dan take away? Tentunya porsi nasi padang yang dibungkus jauh lebih banyak daripada makan di tempat. Melansir idntimes.com ternyata banyak pendapat menjelaskan fenomena unik ini yaitu sebagai berikut:
- Alasan Solidaritas
Masyarakat Sumatera Barat dulunya menyebut restoran Padang dengan nama rumah makan Ampera, yang merupakan singkatan dari Amanat Penderitaan Rakyat. Konon, ketika dulu Indonesia dilanda krisis ekonomi, para pemilik warung Padang menunjukkan rasa solidaritasnya dengan menambahkan porsi nasi saat dibungkus. Pemilik warung Padang beranggapan kalau mereka yang membeli dibungkus, akan berbagi dengan keluarganya di rumah. Oleh karena itu, nasi dilebihkan agar keluarga si pembeli juga bisa ikut menikmati nasi itu.
- Estetika Bungkus Makanan
Sementara itu, pendapat lain yang mengatakan porsi nasi Padang dibungkus lebih banyak karena alasan estetika. Masyarakat Sumatera Barat percaya jika makanan yang dibungkus berdiri dianggap bagus. Jumlah nasi yang banyak akan membuat bungkusan terlihat lebih tegak, sehingga lebih sedap dipandang. Oleh karena itu, isi nasi padang biasanya sangat padat sehingga bisa berdiri tegak.
- Mengurangi Biaya Cuci Piring
Ada juga yang beranggapan porsi nasi padang yang diberikan berkaitan dengan biaya operasional. Rupanya pemilik restoran Padang biasanya sudah memperhitungkan biaya dengan sangat detail. Saat makan di tempat, pemilik harus mengeluarkan biaya tambahan untuk sabun cuci hingga membayar gaji karyawan. Jadi ketika ada yang membeli dengan dibungkus, biaya cuci piring tidak diperhitungkan, sehingga porsi bisa lebih banyak.