Baca Juga : Vaksin Covid-19 Tiba di Nisel
Tak terkecuali sektor pawisata. Rendahnya tingkat kunjungan wisatawan menyebabkan pendapatan beberapa pelaku pariwisata di Kab. Nisel menurun drastis.
Akibatnya, mulai dari pelaku industri perhotelan, agen perjalanan wisata, dan beberapa bidang lainnya pun mengeluh.
Anggreani Dachi.,SE sebagai Kadis Pariwisata Nisel, saat dijumpai di ruang kerjanya oleh beberapa awak media di Jl. Arah Sorake KM.7, Kamis (4/2/2021) sangat perhatian akan hal ini karena sangat berdampak sekali kepada sistem perputaran ekonomi masyarakat yang dimana sebagian besar pendapatan masyarakat Nisel sangat bergantung pada sektor pariwisata.
"Kita akan melakukan pembenahan Sumber Daya Manusia dalam bentuk pelatihan-pelatihan tahun ini dan sumber pendanaanya dari DAK non fisik yang bersumber dari kementerian pusat dan ada sekitar 7 jenis pelatihan,", ungkap Anggreani.
Beberapa diantaranya adalah pelatihan kuliner, digitalisasi, pelatihan desa wisata dan beberapa yang lainnya secara berturut yang mudah-mudahan nantinya ini akan menjadi faktor pendorong perekonomian masyarakat, tambah Anggraeni.
"Selain dari itu, tahun ini juga kita mengusulkan tentang warisan tak benda yang lebih mengarah ke perlindungan yang dimana warisan budaya itu khususnya di Nisel, agar tidak hilang peradabannya secara administratif", jelasnya.
Berikutnya, ada beberapa rumah adat yang akan direvitalisasi yakni sekitar 7 dan pelaksanaannya secara bertahap yang bersumber dari DAU, tambah Anggraeni.
"Semoga kegiatan yang sudah direncanakan ini bisa berjalan dengan lancar dan terlaksana dengan baik walaupun nantinya tidak semua tahun ini tapi setidaknya bisa berkelanjutan tahap demi tahap, harap KadisPar.
(Arisman Zalukhu)