Kamis, 4 Juni 2026

Fakta dan Mitos Mengenai Autis: Penyebab, Gejala, dan Perawatan

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Minggu, 25 Februari 2024 | 06:00 WIB
Ilustrasi Autisme (halodoc.com)
Ilustrasi Autisme (halodoc.com)

NAWACITAPOST.COM - Autism spectrum disorder (ASD), atau lebih dikenal sebagai autisme atau autis, adalah sebuah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi banyak aspek kehidupan seseorang. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan autisme?

Autisme adalah gangguan yang dapat memengaruhi perkembangan bahasa anak, menyebabkan kesulitan dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan berperilaku. Spektrum autisme juga mencakup sindrom Asperger, sindrom Heller, dan gangguan perkembangan pervasif (PPD-NOS).

Meskipun bukan penyakit, autisme adalah kondisi di mana otak bekerja dengan cara yang berbeda dari orang lain, menyebabkan kesulitan dalam memahami pikiran dan perasaan orang lain serta dalam mengekspresikan diri sendiri.

Baca Juga: Pengobatan Autis Tanpa Biaya, Bindi: Hidup adalah pilihan untuk mengabdi

Pengidap autisme seringkali mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, baik melalui kata-kata maupun ekspresi non-verbal seperti gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan sentuhan.

Mereka juga seringkali mengalami kesulitan dalam pembelajaran dan pengembangan keterampilan, meskipun dalam beberapa kasus, mereka bisa sangat pandai dalam bidang-bidang tertentu seperti seni, musik, atau matematika.

Namun, apa itu autisme infantil? Autism infantil adalah istilah masa lalu yang digunakan untuk menggambarkan gangguan spektrum autisme pada masa kanak-kanak.

Baca Juga: Yang Harus Dihindari dan Alternatif Sehat Bagi Pengidap Diabetes

Penyebab Autisme: Mengungkap Misteri di Balik Gangguan Perkembangan Ini

Meskipun telah banyak penelitian yang dilakukan, penyebab pasti autisme masih belum diketahui dengan pasti. Para ahli telah mengidentifikasi beberapa gen yang mungkin memiliki hubungan dengan ASD.

Beberapa kasus autisme terjadi akibat mutasi gen yang muncul secara spontan, sementara dalam kasus lain, gen-gen tersebut dapat diwariskan dari orang tua.

Dalam kasus anak kembar, autisme dapat terjadi akibat gen kembar. Jika satu anak kembar mengidap autisme, risiko anak kembar yang lain untuk mengalami gangguan tersebut berkisar antara 36 hingga 95 persen.

Baca Juga: Makanan Lezat dan Sehat untuk Pengidap Diabetes, Ini resep Ayam Panggang dengan Sayuran Panggang

Selain faktor genetik, faktor lingkungan juga diyakini berperan dalam pengembangan ASD. Meskipun belum ada konfirmasi pasti, beberapa faktor lingkungan yang diduga berperan termasuk pola asuh orang tua, vaksinasi, konsumsi makanan dan minuman, serta paparan zat kimia berbahaya selama masa kehamilan.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini