Kamis, 4 Juni 2026

Makna Lampion Merah dalam Perayaan Tahun Baru Imlek

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Minggu, 14 Januari 2024 | 11:09 WIB
Lampion merah memiliki makna khusus bagi warga Tionghoa. (X)
Lampion merah memiliki makna khusus bagi warga Tionghoa. (X)

NAWACITAPOST.COM - Dekorasi lampion merah yang memukau seringkali menghiasi sejumlah tempat menjelang perayaan Tahun Baru Imlek.

Lampion tersebut bukan hanya sekedar hiasan semata, melainkan memiliki makna khusus yang mendalam dalam tradisi Tionghoa. Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang simbolisme dan keindahan lampion merah dalam perayaan Imlek.

Menurut Culture Trip, lentera China atau yang biasa dikenal sebagai lampion awalnya dirancang sebagai sumber cahaya.

Baca Juga: 5 Pesona Pantai Garut, Nomor 3 Tempat Sempurna Lihat Sunrise dan Sunset

Pada masa Dinasti Han Timur, lampion dibuat dengan rangka bambu, kayu, atau jerami gandum. Dengan meletakkan lilin di tengahnya dan merentangkan sutra atau kertas di atasnya, lampion diciptakan untuk menerangi kegelapan dengan memastikan nyala api tidak padam oleh angin.

Seiring berjalannya waktu, lampion menjadi bagian dari ritual keagamaan, terutama di dalam ajaran Buddha. Para biksu Buddha mengadopsi penggunaan lampion sebagai bagian dari ibadah mereka, yang mencakup ritual menyalakan lentera untuk menghormati Buddha.

Sebuah peristiwa sejarah mencatat bahwa atas perintah seorang kaisar, masyarakat bergabung dalam ritual ini dan membawa lentera menuju istana di Luoyang.

Baca Juga: 5 Pantai dengan Air Terjun yang Memukau: Awas! Nomor 1 dan 3 Punya Nama yang Sama, Tapi Beda Vibes

Festival lampion Tionghoa, yang umumnya dirayakan pada hari ke-15 dalam kalender lunar, menjadi suatu perayaan yang memiliki beragam makna. Selain memperingati berakhirnya Tahun Baru Imlek, festival ini juga dianggap sebagai hari pembebasan, Hari Valentine versi Tiongkok, serta momen reuni keluarga.

Dalam perayaan ini, masyarakat melibatkan diri dalam berbagai ritual keagamaan dan aktivitas menyenangkan. Tradisi menyalakan lampion menjadi salah satu ciri khas, di samping bermain teka-teki, menikmati hidangan tradisional Tionghoa, pertunjukkan barongsai, dan lain sebagainya.

Tradisi ini juga diartikan sebagai simbol tolak bala. Warna merah yang mendominasi lampion menggambarkan harapan akan kebahagiaan di tahun baru.
Dalam makna sederhana, warna merah pada lampion melambangkan kebahagiaan, terutama saat digunakan dalam keluarga yang memiliki hajat mantu.

Baca Juga: Mahfud Md Sebut Penegakan Hukum Masih Compang-camping, Ini Maksudnya!

Selain itu, bunyi karakter "merah" atau "hung" dalam bahasa Tionghoa identik dengan karakter "makmur". Oleh karena itu, warna merah pada lampion tidak hanya menciptakan suasana ceria tetapi juga diartikan sebagai harapan akan kemakmuran di tahun yang baru.

Dengan begitu, lampion merah dalam perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya menjadi elemen dekoratif, tetapi juga menyimpan nilai-nilai simbolis yang kaya dan mendalam bagi masyarakat Tionghoa.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini