NAWACITAPOST.COM - Grebeg Sudiro bukan hanya sebuah acara tahunan biasa, tetapi merupakan simbol akulturasi harmonis antara budaya Jawa dan Tionghoa.
Tradisi Grebeg Sudiro ini berakar dari Buk Teko di Kampung Balong, Kelurahan Sudiroprajan, yang menjadi tempat tinggal pertama warga keturunan Tionghoa di Solo, Jawa Tengah.
Grebeg Sudiro yang dimulai pada tahun 2017 itu, kini sudah berkembang dari tradisi sebelumnya yang dihelat menjelang perayaan Imlek semasa pemerintahan Paku Buwono X.
Baca Juga: 5 Cafe Ter Aesthetic di Kediri, Ada Nuansa Ala Galaxy Luar Angkasa
Acara ini menjadi perpaduan budaya yang menarik, tampak dari gunungan yang diarak berisi kue-kue khas Imlek, berbeda dari gunungan pada acara adat Jawa yang biasanya berisi hasil bumi.
Sejumlah gunungan kecil juga dipenuhi dengan penganan tradisional Tionghoa-Jawa seperti cakwe, janglut, bakpao, dan lainnya, yang kemudian dibagikan kepada masyarakat.
Kampung Sudiroprajan adalah saksi bisu dari perpaduan budaya Jawa-Tionghoa yang harmonis. Mulai dari barongsai hingga seni bela diri Kung Fu dimainkan oleh warga Jawa sebagai wujud dari akulturasi ini.
Baca Juga: Mengungkap Anisha Kalebic, Calon Istri Pangeran Mateen: Siapa Sebenarnya?
Grebeg Sudiro tahun ini akan berlangsung dari tanggal 27 Januari hingga 10 Februari 2024, dengan menampilkan serangkaian acara yang meriah dan penuh makna.
Artikel Terkait
Toleransi Menjadikan Solo Maju Pesat
Menparekraf Ungkap Potensi Besar Politeknik Pariwisata Solo Raya di Sragen
Fasilitas Hotel Bintang 5 Tapi Harga Bintang 2, Nuansa Tempo Dulu di Solo Jawa Tengah
5 Rekomendasi Sate Kambing di Solo yang Wajib Dicoba, Nikmati Kelezatan dengan Cita Rasa Unik
Catat Tanggalnya! Rangkaian Acara Grebeg Sudiro 2024 Segera Digelar Akhir Bulan Ini di Solo