NAWACITAPOST.COM — Bentang alam Kota Batam, Kepulauan Riau, kini sedang dijarah besar-besaran. Aktivitas pemotongan bukit (cut and fill) serta penimbunan pesisir pantai (reklamasi) berskala raksasa terus digenjot di sejumlah wilayah. Namun, di balik megahnya proyek komersial tersebut, tercium aroma busuk konspirasi: proyek berjalan tanpa transparansi, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) diduga bocor miliaran rupiah, dan hukum seolah tumpul di hadapan para mafia pengusaha.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, raungan alat berat dan konvoi armada dump truck raksasa menguasai jalanan, mengeruk perbukitan, dan menimbun lautan secara masif. Ironisnya, mayoritas proyek ini bak "operasi senyap" yang ilegal. Di lokasi kerja, tidak ada satu pun plang izin operasional maupun identitas perusahaan yang dipasang. Mereka beroperasi dalam gelap, menantang aturan, namun bebas melenggang tanpa tersentuh.
Rakyat Isap Debu, Pengusaha Keruk Untung
Dampak keserakahan ini langsung menghantam masyarakat kecil. Hilir mudik truk pengangkut tanah tanpa ampun menebar polusi udara ekstrem. Pengendara jalan raya dipaksa mengisap debu pekat yang tidak hanya mengganggu pandangan mata, tetapi juga mengancam kesehatan pernapasan.
Namun, penderitaan warga ini justru menjadi ladang uang bagi segelintir oknum. Secara regulasi, setiap jengkal tanah hasil cut and fill yang diperjualbelikan untuk kepentingan komersial reklamasi wajib disetor pajaknya ke kas daerah. Hal ini diatur tegas dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.
Seorang ahli hukum di Batam angkat bicara dengan nada keras:
"Jika ada oknum pengusaha yang memperjualbelikan material tanah tanpa membayar Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), itu bukan lagi sekadar pelanggaran administratif. Itu adalah pelanggaran hukum berat atas penjarahan kekayaan daerah!"
Maraknya proyek "hantu" tanpa plang resmi ini memicu dugaan kuat: Ada pembiaran sistematis dari instansi terkait demi mengakomodasi kepentingan gurita mafia pengusaha.
Baca Juga: Kritik Tajam Dari Kupang: Penahanan Bukan Hukuman, Jaga Batas Tipis Kritik dan Kriminalisasi!
Bapenda dan BP Batam Bungkam: Ada Apa?
Demi membongkar teka-teki pelarian pajak ini, tim awak media mendatangi Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam pada Selasa (23/06/2026). Tujuannya jelas: menuntut transparansi data perusahaan mana saja yang legal dan taat menyetorkan Pajak MBLB.
"Kami ingin memastikan dan menyinkronkan data di lapangan mengenai perusahaan mana saja yang secara resmi terdaftar dan telah menunaikan kewajiban pajak mereka terkait pemotongan bukit dan reklamasi ini," tegas salah satu awak media di lokasi.
Tags
Terkini
12 Tahun Terperangkap Hukum UEA, Nasib PMI Asal Majalengka Menggantung Di Tangan Diplomasi
Selasa, 22 September 2026 | 17:30 WIBBenteng Alam Batam Terancam: Proyek Tiga Perusahaan Diduga Nekat Mencaplok Hutan Lindung
Jumat, 18 September 2026 | 11:40 WIBWali Kota Kendari Mengaku Pusing Hadapi Krisis BBM dan Antrean Mengular di SPBU
Kamis, 17 September 2026 | 21:08 WIBRDP Dugaan Keracunan MBG di DPRD Karo Memanas, Orang Tua Korban Histeris
Selasa, 8 September 2026 | 15:10 WIBTragedi Asap di Ketapang, Orangutan Sempurna Gugur Usai Berjuang Melawan Sesak
Sabtu, 5 September 2026 | 09:01 WIBUsai Ramai Dikritik Penanganan Bencana, Viral Momen Gubernur Kalteng ke Lokasi Karhutla
Jumat, 4 September 2026 | 08:03 WIBTerjang Asap Pekat Kalimantan, Sherina Munaf Turun Langsung Padamkan Api Karhutla
Kamis, 3 September 2026 | 15:25 WIBBupati Pangandaran Ungkap Detik-detik Menegangkan Saat Jembatan Gantung Pongpet Ambruk
Selasa, 1 September 2026 | 21:27 WIBKepung Karhutla Sintang, Sekda Kartiyus Desak Menteri Kehutanan Turun Tangan Persenjataan Personel
Selasa, 1 September 2026 | 19:15 WIBBoy Thohir dan Hendropriyono Lepas Putra-Putri Terbaik Indonesia Menuju Tianjin University
Senin, 31 Agustus 2026 | 14:48 WIBViral! Aksi Nekat Pengunjung Taman Safari Indonesia Buka Kaca Mobil di Area Harimau
Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:30 WIBKarena Kabut Asap Karhutla, Suara Klakson Riuh Saling Bersahut di Jalanan Kalsel
Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:29 WIBUsai Ngamuk Rusak Motor, Sopir Arogan di Bintaro Akhirnya Minta Maaf
Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:22 WIBMelawan Pembingkaian Media, Saut MT Harahap Layangkan Hak Jawab dan Bantahan Kerusuhan Opini
Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:22 WIBPadangsidimpuan Menjerit! Adnan Buyung dan Saut MT Bongkar Skandal Rapat Mewah DPRD
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:11 WIBDugaan Pemborong Mengatur Uang Negara: Misteri Saut MT Harahap Bagi-Bagi Anggaran
Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:53 WIBSkandal Ratusan Miliar: Konspirasi Empat Elemen Pemda Padangsidimpuan Manipulasi Bantuan Bencana
Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:28 WIBMisteri Bantuan Presiden Rp4 Miliar Padangsidimpuan: Dulu Sebut Diposkan 4 Dinas, Saut Harahap Kini Membelot Jadi Orator Aksi
Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:42 WIBHanya Dapat Telur-Kacang Hijau, Korban Bencana Padangsidimpuan Pertanyakan Ratusan Miliar Bantuan
Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:41 WIBDulu Garda Depan Pemko, Kini Saut MT Harahap Pimpin Aksi Unjuk Rasa
Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:18 WIB