Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi yang menyatakan adanya keterlibatan pihak tertentu maupun hasil penyelidikan dari aparat penegak hukum terkait proyek tersebut.
Sejumlah Kejanggalan Dipertanyakan
Warga menilai terdapat sejumlah hal yang perlu dijelaskan kepada publik, di antaranya:
- Mengapa anggaran pembangunan disebut telah dicairkan seluruhnya, sementara bangunan belum terlihat di lapangan.
- Siapa pelaksana atau kontraktor yang menerima pembayaran proyek tersebut.
- Bagaimana proses verifikasi fisik dilakukan sebelum pencairan anggaran.
- Sejauh mana pengawasan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan proyek tersebut.
Menurut warga, jawaban atas pertanyaan tersebut penting untuk menghindari munculnya spekulasi di tengah masyarakat.
Aktivis Minta Aparat Bertindak
Aktivis pengawas anggaran, Rajes Simanungkalit, menilai dugaan tersebut perlu diusut secara menyeluruh apabila benar terdapat ketidaksesuaian antara laporan administrasi dengan kondisi fisik di lapangan.
"Kalau benar anggaran sudah dicairkan penuh tetapi bangunan tidak ada, maka hal itu harus dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat. Aparat penegak hukum perlu memastikan apakah terdapat pelanggaran administrasi atau unsur pidana dalam pelaksanaan proyek tersebut," katanya.
Baca Juga: Ketegangan Memuncak! Hotman Paris Akhirnya Minta Maaf Usai Sebut Wartawan 'Gak Punya Otak'
Warga Ajukan Sejumlah Tuntutan
Sejumlah warga berharap Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara segera mengambil langkah konkret, antara lain:
- Melakukan pengecekan langsung ke lokasi proyek pembangunan Kantor Kelurahan Sihitang.
- Membuka dokumen perencanaan, pelaksanaan, hingga pencairan anggaran kepada aparat penyidik.
- Menelusuri aliran dana proyek serta pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya.
- Memeriksa pejabat yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan anggaran pada Tahun Anggaran 2023 apabila diperlukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Publik Menanti Penjelasan
Hingga Selasa (21/7/2026), lahan yang disebut sebagai lokasi pembangunan Kantor Kelurahan Sihitang masih menjadi sorotan warga.
Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar polemik mengenai dugaan hilangnya anggaran pembangunan tersebut memperoleh kepastian berdasarkan hasil pemeriksaan yang objektif.(Lesmanan.H)
Artikel Terkait
Nama Gus Miftah Terseret Pusaran Kasus Korupsi DJKA, Sang Pendakwah Angkat Bicara dengan Menohok!
Bom Waktu di Bea Cukai! BPK Bongkar Skandal Pengembalian Dana Miliaran Rupiah ke Importir Penunggak Utang
Ferran Torres Jadi Pahlawan, Spanyol Bungkam Argentina dan Rengkuh Takhta Juara Dunia 2026!
Pecah Kongsi! Frank Hutapea Bongkar Topeng 'Pencitraan' Hotman Paris di Kasus Eks Jampidsus
Publik Bertanya-Tanya, Mengapa Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Kunjung Masuk Bui?