Jumat, 5 Juni 2026

Update Keuangan Jatim: Perkembangan Ekonomi dan Realisasi Anggaran Tahun 2024

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Rabu, 20 Maret 2024 | 15:10 WIB
Press Conference terkait APBN KiTa Regional Jawa Timur s.d 29 Februari 2024. (Istimewa)
Press Conference terkait APBN KiTa Regional Jawa Timur s.d 29 Februari 2024. (Istimewa)

• Sampai dengan 29 Februari 2024, Transfer ke Daerah tercapai realisasi Rp15,75 T (19,60% dari alokasi Rp80,36 T), mengalami pertumbuhan impresif mencapai 33,43% dibandingkan capaian tahun yang lalu. Pertumbuhan ini ditopang oleh pertumbuhan Dak Non Fisik , Dana Desa, DBH, dan DAU.

• Pertumbuhan DAK Non Fisik diperoleh dari Jenis DAK NON Fisik BOSP, dan dana Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak yang telah terealisasi di bulan Februari ini sementara di Februari 2023 (tahun sebelumnya) belum ada realisasi.

• TKD berkontribusi sebesar 75,66% pada Total Penerimaan APBD di Jawa Timur hal ini menunjukan ketergantungan daerah terhadap penyaluran TKD ini masih cukup besar, sehingga harus memperkuat penerimaan dari PAD, dan Pendapatan Daerah Lainnya.

3. Penerimaan Negara

Beberapa Isu terkait penerimaan negara di Jawa Timur:

a. Pajak (DJP):
- Capaian Penerimaan Pajak Januari s.d. Februari tumbuh sebesar 8,43% (c to c) atau sebesar Rp18,22 T. Hal ini menujukkan trend pertumbuhan positif sejak tahun tahun 2022, sebagai pemulihan aktivitas ekonomi dan berlakunya tarif PPN 11%.

- Penerimaan PPN dan PPnBM di Jawa Timur menyumbang penerimaan sebesar 60,89% dan PPh Non Migas sebesar 38,48%. Pada tahun 2025 tarif PPN akan meningkat menjadi 12% dan diharapkan akan menumbuhkan penerimaan PPN.
- Penerimaan PPN dan PPnBM HouseHold pada Bulan Ramadhan (Maret s.d. April) tahun 2023 lalu tumbuh sebesar 43,9% diproyeksikan penerimaan PPN dan PPnBM HouseHold pada periode Ramadhan (Maret s.d. April) ini turut meningkat.

b. Bea Cukai (DJBC):
- Capaian penerimaan Cukai terkontraksi sebesar 18,39% (yoy). Hal ini merupakan dampak penurunan pemesanan pita cukai HT pada periode Desember 2023 (fasilitas penundaan pembayaran 60 hari).

- Produksi rokok sampai dengan Februari 2024 tumbuh sebesar 1,59M batang atau setara 6,4% (yoy) dibanding periode yang sama pada 2023. Pertumbuhan produksi ini akan berdampak pada realisasi penerimaan cukai pada periode April 2024 karena adanya fasilitas penundaan pembayaran cukai 60 hari.

- Penerimaan Bea Masuk sampai dengan Februari 2024 secara nominal tumbuh 12,43% (yoy) dibanding periode yang sama pada 2023, namun secara capaian penerimaan Bea Masuk terkontraksi sebesar 3,39% (yoy). Pertumbuhan penerimaan Bea Masuk disebabkan tumbuhnya devisa impor sebesar 21,05%.

- Penerimaan Bea Keluar sampai dengan Februari 2024 baik secara nominal maupun capaian terkontraksi 32,92% (yoy) dan 68,65% (yoy). Hal ini disebabkan turunnya harga referensi CPO dibanding 2023, dan netto/volume ekspor komoditas yang dikenai Bea Keluar.

c. PNBP Lelang dan Aset

- PENGELOLAAN BMN dan PIUTANG NEGARA:
Penerimaan PNBP dari pengelolaan BMN dan Piutang Negara s.d. 29 Februari 2024, dengan rincian sebagai berikut:

- Realisasi pokok lelang Kanwil DJKN Jatim s.d. 29 Februari 2024 mencapai Rp 718.573.055.007 atau 16,79% dari target Rp 4.279.720.000.000

- Realisasi PNBP Lelang sebesar Rp 14.266.567.775 atau 12,66 % dari target Rp 112.706.000.000,00

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini