daerah

Melawan Mustahil, Menjemput Aspal di Tengah Paceklik Anggaran

Kamis, 14 Mei 2026 | 13:49 WIB
Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, ketika meninjau lokasi sekaligus meresmikan dimulainya pengerjaan ruas jalan Baniona–Kawela–Watodei di Desa Kawela, Kecamatan Wotan Ulumado, Flores Timur, NTT (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM — Di bawah langit Wotan Ulumado yang saksi bisu bertahun-tahun derita warga, sebuah janji besar diikrarkan. Di tengah badai efisiensi yang mencekik kas daerah, Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, memilih berdiri di sisi rakyat: Infrastruktur jalan tidak boleh mati pelan-pelan.

Rabu (13/5/2026), di Desa Kawela, suasana haru bercampur optimisme pecah saat sang Bupati meresmikan dimulainya pengerjaan ruas jalan Baniona–Kawela–Watodei. Bukan sekadar seremonial, ini adalah pernyataan perang terhadap keterisolasian yang selama ini membelenggu urat nadi ekonomi warga.

318 Kilometer Luka yang Belum Sembuh

Data pemerintah tidak bisa berbohong. Masih ada 318 kilometer jalan di Flores Timur dalam kondisi rusak parah—sebuah "luka" infrastruktur yang menuntut penanganan mendesak. Namun, di saat anggaran dipangkas di sana-sini, Doni Dihen menegaskan bahwa pembangunan adalah harga mati.

Baca Juga: Memutus Rantai Iblis, LAN Siak Siap Perang Lawan Narkoba di Jantung Pendidikan Tualang!

"Di tengah efisiensi anggaran, pembangunan jalan tetap menjadi prioritas. Jalan di Desa Kawela ini bukan sekadar aspal, tapi kebutuhan dasar yang tak bisa ditunda lagi," tegas Doni Dihen dengan nada bicara yang menggetarkan.

Satu Kilometer Harapan di Atas Tanah Baniona

Meski baru menyentuh angka 940 meter hingga 1 kilometer perkerasan hotmix pada tahap awal ini, langkah ini dianggap sebagai oase di padang gurun.

  • Total Kebutuhan: Ruas Baniona–Kawela–Watodei membentang lebih dari 11 kilometer.
  • Sisa Perjuangan: Masih ada 7,8 kilometer yang menanti sentuhan aspal dengan estimasi biaya mencapai Rp27 miliar.

Kepala Dinas PUPR mengungkapkan bahwa tahun ini, pemda harus memutar otak dengan dana Rp21 miliar untuk menyembuhkan 12 ruas jalan sepanjang 13 kilometer. Angka yang kecil dibandingkan kebutuhan, namun setiap jengkal aspal adalah bukti pemerintah tidak "tidur".

Baca Juga: Menembus Ketegangan, Forkopimda Flotim Gelar Rapat Darurat Demi Amankan Pulau Matahari

Berpacu dengan Waktu: Kontraktor Siap "Gas Pol"

Kabar baik datang dari sisi teknis. CV Timber Jaya melalui perwakilannya, Dedi Aryanto, memberikan komitmen berani. Kontrak yang seharusnya berakhir Oktober 2026, ditargetkan tuntas hanya dalam dua bulan. Sebuah akselerasi yang dinantikan demi mengakhiri trauma jalan rusak yang dirasakan warga bertahun-tahun.

Suara dari Akar Rumput: "Terima Kasih, Pak Bupati"

Kepala Desa Kawela, Stanislaus Lili, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, rusaknya jalan selama ini adalah penghalang bagi petani yang ingin membawa hasil bumi ke pasar. Senada dengan itu, Petrus Nama Kedang, warga setempat, melihat aspal baru ini sebagai jaminan keselamatan yang selama ini hilang.

Analisis Singkat:
Langkah Antonius Doni Dihen adalah sebuah perjudian politik dan kemanusiaan yang berani. Di saat daerah lain mungkin menyerah pada keadaan ekonomi, Flores Timur memilih untuk terus membangun—meski selangkah demi selangkah. Kini, mata publik tertuju pada sisa 7,8 kilometer jalan yang masih menunggu giliran. Apakah komitmen ini akan terus menyala hingga aspal mencapai ujung desa? Hanya waktu yang akan menjawab.(FKD)

Terkini