"Kami tidak tahu, kapan kami akan dimusnahkan," ungkap Rusmiati mengundang gelak tawa bunda-bunda yang hadir.
Rusiati menjelaskan bahwa saat ini peserta didiknya mencapai 55 anak, mereka sangat antusias meskipun bunda-bundanya sudah sepuh.
Baca Juga: Perkuat Pesona Chinatown, Pemkot Surabaya Pasang Papan Nama Bahasa Mandarin di Kya-Kya Kembang Jepun
"Kami masih kuat mengikuti segala kegiatan, baik mendampingi anak-anak, maupun mengikuti segala pelatihan. Dan kami setuju, monggo bagaimana caranya agar PPT di Surabaya tetap ada bersama bunda-bundanya tanpa memandang usia," ungkap Rusiati menutup dialognya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban bunda PPT Sukomanunggal yang diwakili K3PPT, bunda Yuni mengapresiasi kinerja Dyah Katarina sebagai bundanya bunda PPT yang selama ini sangat mengerti apa yang menjadi kegelisahan para Bunda.
"Semoga apa yang selama ini menjadi perjuangan bunda Dyah mendapat kesuksesan," ucapnya.***