"Kami tidak tahu, kapan kami akan dimusnahkan," ungkap Rusmiati mengundang gelak tawa bunda-bunda yang hadir.
Rusiati menjelaskan bahwa saat ini peserta didiknya mencapai 55 anak, mereka sangat antusias meskipun bunda-bundanya sudah sepuh.
Baca Juga: Perkuat Pesona Chinatown, Pemkot Surabaya Pasang Papan Nama Bahasa Mandarin di Kya-Kya Kembang Jepun
"Kami masih kuat mengikuti segala kegiatan, baik mendampingi anak-anak, maupun mengikuti segala pelatihan. Dan kami setuju, monggo bagaimana caranya agar PPT di Surabaya tetap ada bersama bunda-bundanya tanpa memandang usia," ungkap Rusiati menutup dialognya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban bunda PPT Sukomanunggal yang diwakili K3PPT, bunda Yuni mengapresiasi kinerja Dyah Katarina sebagai bundanya bunda PPT yang selama ini sangat mengerti apa yang menjadi kegelisahan para Bunda.
"Semoga apa yang selama ini menjadi perjuangan bunda Dyah mendapat kesuksesan," ucapnya.***
Artikel Terkait
DPRD Surabaya Desak Peninjauan Ulang Retribusi Foto dan Video di Balai Pemuda
Pembangunan Suroboyo Kutho Lawas Lambat, DPRD Surabaya: Pemkot Lemah Perencanaan
Ketua Komisi B DPRD Surabaya Protes: Pamflet Retribusi Pemotretan di Alun-alun Tidak Sesuai Hasil Pembahasan
DPRD Surabaya Setuju Retribusi Foto dan Video di Balai Pemuda, Tapi...!
Protes DPRD Terus Mengalir terkait Penempelan Pamflet Restribusi di Alun-alun Surobyo
Reses Dyah Katarina: Warga Putat Gede Timur butuh Penambahan Sekolah Negri
Dyah Katarina: Pos PAUD Terpadu sedang 'Diuji'
Dyah Katarina: Reses Bukan Ajang Kampanye, Tapi Kulakan Aspirasi Warga!
Anas Karno Tekankan Pentingnya Skill dari Perguruan Tinggi untuk Ekonomi Warga Surabaya
P3I Jatim Siapkan Judicial Review Terkait Kebijakan Pajak Reklame Pemkot Surabaya