Minggu, 19 Juli 2026

Ajeng Wira Wati: Program Tidur Siang Harus Sesuai Prinsip Kurikulum Merdeka

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Jumat, 24 Januari 2025 | 00:17 WIB
Ajeng Wira Wati, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya sekaligus anggota Komisi D (Istimewa-Nawi)
Ajeng Wira Wati, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya sekaligus anggota Komisi D (Istimewa-Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Inovasi program tidur siang yang diterapkan di SMP Negeri 39 Surabaya menarik perhatian berbagai pihak, termasuk Ajeng Wira Wati, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya sekaligus anggota Komisi D yang membidangi pendidikan.

Menurutnya, program ini tidak bertentangan dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang memberikan fleksibilitas bagi sekolah dalam merancang kegiatan sesuai dengan kebutuhan siswa.

“Program tidur siang di SMP Negeri 39 Surabaya ini sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka, asalkan dilakukan pada waktu istirahat dan tidak mengganggu jam belajar siswa,” ujar Ajeng, Kamis (23/1/2025).

Baca Juga: Dr. Michael: Penanganan DBD Harus Serius, Kebijakan BPJS Perlu Dievaluasi!

Ajeng menegaskan bahwa pelaksanaan program tidur siang harus melalui evaluasi ketat dari Dinas Pendidikan. Hal ini bertujuan untuk memastikan kegiatan tersebut tidak mengurangi jam belajar yang esensial bagi siswa, terutama pada jenjang SMP yang menjadi masa penting untuk membangun fondasi akademik.

“Program ini tidak boleh mengorbankan waktu belajar siswa. Dinas Pendidikan harus memastikan jam belajar tetap optimal sehingga siswa dapat memahami materi pelajaran dengan baik,” tambahnya.

Selain mengomentari program tidur siang, Ajeng mengusulkan alternatif kegiatan yang lebih mendukung perkembangan siswa, seperti aktivitas yang mengasah minat, bakat, dan soft skills.

Baca Juga: Dokumen Penolakan Reklamasi SWL Sampai ke Menteri, Apa Selanjutnya?

Menurutnya, kegiatan yang diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan emosional, kepemimpinan, dan moralitas siswa lebih relevan, terutama menjelang persiapan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Sekolah sebaiknya memberikan lebih banyak ruang bagi siswa untuk mengembangkan soft skills mereka. Kegiatan seperti pelatihan kepemimpinan atau penguatan nilai moralitas bisa menjadi pilihan yang lebih bermanfaat,” tutupnya. ***

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini