Kamis, 4 Juni 2026

Semangat Hakordia, Yona Bagus Ajak Lawan Korupsi dari bidang Pendidikan hingga Pelayanan Publik!

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Senin, 9 Desember 2024 | 20:36 WIB
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko (Nawi)
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko (Nawi)

NAWACITAPOST.COM – Memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menegaskan pentingnya integritas dan tanggung jawab. Ditemui media ini, Senin (9/12/2024), Politisi partai Gerindra tersebut mengingatkan seluruh pihak, terutama anggota DPRD, untuk menjaga amanah rakyat.

“Hari Antikorupsi Sedunia adalah pengingat bagi kami untuk menjalankan tugas secara adil dan bertanggung jawab. Korupsi tidak hanya merusak citra individu, tetapi juga berdampak luas pada sistem sosial dan ekonomi,” ujar Yona.

Yona mengungkapkan, bahwa Surabaya mencatat kemajuan signifikan dalam pencegahan korupsi. Nilai Monitoring Center for Prevention (MCP) dari KPK mencapai 97 persen, menjadikan Surabaya terbaik di Jawa Timur dan peringkat ketujuh nasional.

Baca Juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, DPRD Surabaya Minta BPBD Perkuat Posko di Titik Rawan

“Pemerintah Kota Surabaya patut diapresiasi. Harapannya, Surabaya tidak hanya memimpin di Jawa Timur, tetapi juga secara nasional,” tambahnya.

Yona mengusulkan pemasangan notifikasi seperti “Zona Integritas, Kantor Bebas Korupsi” di kantor pelayanan publik sebagai pengingat moral bagi petugas dan masyarakat.

Selain pencapaian, ia menekankan pentingnya komitmen untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas, serta mendorong kolaborasi antara pemerintah kota, DPRD, dan masyarakat untuk mencegah korupsi.

Baca Juga: Wisata Religi Makam Mbah Bungkul Morat-Marit, Pemkot Tutup Mata!

“Survei Penilaian Integritas (SPI) yang mencapai 79,57 persen adalah kemajuan, tetapi perlu usaha lebih untuk memastikan pelayanan publik bebas korupsi,” tegasnya.

Dalam semangat Hakordia, Yona mengajak masyarakat untuk berperan aktif mencegah korupsi melalui edukasi dan sosialisasi, dimulai dari lingkungan pendidikan hingga pelayanan publik.

“Mencegah lebih baik daripada mengobati. Mari teguhkan komitmen memberantas korupsi demi Indonesia yang lebih maju,” tutupnya. ***

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini