Kamis, 4 Juni 2026

Juara Nasional Literasi, Warga Surabaya Bingung Pinjam Buku

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Selasa, 3 Desember 2024 | 11:13 WIB
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi (Nawi)
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi (Nawi)

NAWACITAPOST.COM – Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, memberikan pernyataan tegas mengenai pentingnya peningkatan infrastruktur literasi di Surabaya. Dalam wawancara yang berlangsung pada Rabu siang di ruang Komisi A DPRD Surabaya, ia menyatakan perlunya kebijakan “1 RW, 1 Taman Baca Masyarakat (TBM)” sebagai solusi untuk meningkatkan budaya literasi di tengah masyarakat.

“Kota Surabaya ini juara nasional untuk literasi. Perpustakaan kita mendapat penghargaan terbaik di tingkat nasional, dan secara kebijakan sebenarnya sudah mendukung. Namun, fakta di lapangan menunjukkan ada hal yang perlu dioptimalkan, khususnya pemerataan literasi,” ungkap Azhar dari Fraksi Partai Gerindra, Senin (2/11/2024)

Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 530 TBM yang tersebar di Surabaya, namun angka tersebut dinilai masih belum cukup untuk menjangkau 1.360 RW yang ada di kota ini. “Jika kita melihat data, jumlah TBM masih sangat kurang. Maka dari itu, saya mendorong adanya kebijakan 1 RW, 1 TBM. Hal ini bertujuan agar setiap RW memiliki fasilitas literasi yang dapat diakses oleh seluruh warga, baik anak-anak maupun orang dewasa,” jelasnya.

Baca Juga: Uji Coba Makan Bergizi Gratis Tingkatkan Indeks Belajar Siswa Hingga 8 Poin

Menurut Azhar, keberadaan TBM tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi di berbagai aspek kehidupan. “Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga bagaimana masyarakat tanggap terhadap arus zaman dan mampu meningkatkan kapasitas diri mereka,” katanya.

Selain infrastruktur, Azhar menyoroti pentingnya kesiapan petugas dan pengelola TBM. Ia menilai, salah satu kendala yang dihadapi saat ini adalah kurangnya petugas yang kompeten dan peduli terhadap pengelolaan TBM. “Petugas yang ditugaskan di TBM harus benar-benar memiliki keahlian dan kepedulian terhadap literasi. Mereka tidak hanya harus fokus pada anak-anak, tetapi juga menjangkau semua elemen masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa DPRD akan memastikan program ini dapat berjalan dengan baik melalui pengawasan dan evaluasi rutin. “Kami siap mengawal kebijakan ini, termasuk memastikan bahwa anggaran yang dibutuhkan dapat dialokasikan. Jika perlu, kami dorong masuk dalam perubahan anggaran ke depan,” ujar Azhar.

Baca Juga: Dewan: Partisipasi Warga Pilar Suksesnya Pilkada Surabaya

Namun, Azhar juga mengingatkan pentingnya dukungan dari pengurus RW dan masyarakat setempat. “Jangan sampai program ini terhambat karena pengurus RW tidak memahami pentingnya literasi. Balai RW yang representatif seharusnya dilengkapi dengan fasilitas TBM, sehingga visi mencerdaskan kehidupan bangsa dapat terwujud,” katanya.

Menurut Azhar, komitmen bersama antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. “Mari kita jadikan program ini sebagai langkah nyata untuk meningkatkan literasi di Kota Surabaya, tidak hanya sebagai kebanggaan nasional tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan masyarakat,” tutupnya. ***

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini