Kamis, 4 Juni 2026

Data Warga Surabaya Terancam, DPRD Soroti Kesiapan Dispendukcapil untuk ISO

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Kamis, 21 November 2024 | 14:54 WIB
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kaffi (Nawi)
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kaffi (Nawi)

NAWACITAPOST.COM – Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kaffi, menyuarakan kekhawatirannya terkait keamanan data kependudukan yang dikelola oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya. Kekhawatiran ini disampaikan usai kunjungan kerja Komisi A ke Dispendukcapil pada Kamis (21/11/2024).

Kaffi mengungkapkan bahwa sistem yang ada saat ini belum memenuhi standar keamanan internasional ISO 27001. Selain itu, minimnya infrastruktur pendukung dan kemampuan sumber daya manusia (SDM) turut menjadi sorotan.

Menurut Kaffi, Dispendukcapil Surabaya telah mendapat arahan dari Direktorat Jenderal Dukcapil Pusat untuk mempersiapkan sertifikasi ISO 27001, yang mencakup sistem keamanan informasi dan peningkatan kualitas SDM. Namun, kondisi saat ini masih jauh dari target.

Baca Juga: Redam Ketegangan di Pasar Keputran Selatan, PD Pasar Surya Pastikan Solusi Terbaik untuk Pedagang

"Kenyataannya, sistem keamanan yang ada di Surabaya masih sangat minim. Tidak ada antivirus, dan banyak komputer masih menggunakan Windows versi lama. Dari total kebutuhan 40 unit PC, semuanya memerlukan pembaruan sistem," kata Kaffi.

Ia menambahkan, hanya sebagian kecil operator komputer yang memiliki kemampuan standar. "Dari sekitar 40 petugas, yang mampu mengoperasikan sistem dengan baik bahkan tidak sampai 10 orang. Ini tentu perlu pelatihan intensif," ujarnya.

Kaffi menyebut, untuk memenuhi standar ISO 27001, diperlukan alokasi anggaran sekitar Rp 25 juta per unit atau Rp1 miliar untuk pengadaan 40 unit komputer lengkap dengan perangkat lunak terbaru dan sistem keamanan.

Baca Juga: Fraksi DPRD Sepakat, Ekonomi Kreatif Jadi Pilar Kesejahteraan Surabaya

"Surabaya memiliki PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang cukup besar, sehingga anggaran sebesar ini seharusnya tidak menjadi masalah. Namun, ini harus dimasukkan dalam anggaran perubahan tahun depan," katanya.

Kaffi juga menekankan pentingnya prioritas pada keamanan data. "Jika Surabaya bisa mencapai sertifikasi ISO 27001, kita tidak hanya menjadi contoh di Jawa Timur, tetapi juga menunjukkan komitmen terhadap perlindungan data warganya," tegasnya.

Dalam wawancara tersebut, Kaffi juga menyoroti potensi risiko kebocoran data yang dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Baca Juga: PSI Surabaya Hadir di Tengah Korban Kebakaran Kemayoran Baru

"Ketika sistem tidak aman, peluang kebocoran data sangat besar. Hal ini bisa berujung pada penyalahgunaan data, seperti untuk pinjaman online ilegal (pinjol). Karena itu, keamanan data harus menjadi prioritas utama," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa kasus-kasus kebocoran data di Indonesia telah memberikan dampak besar pada masyarakat. Kaffi berharap, Dispendukcapil segera memperbaiki sistem untuk melindungi data warga Surabaya.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini