Kamis, 4 Juni 2026

Pengamat Politik Karawang Suhlan : Bisa Terjadi Politik Oligarki Dipemilukada Karawang

Photo Author
Vanessa, Nawacita Post
- Jumat, 10 Juni 2022 | 13:50 WIB
Pengamat Politik Karawang Suhlan Pribadi
Pengamat Politik Karawang Suhlan Pribadi

Karawang, NAWACITAPOST.COM  - Jelang pemilu Presiden, legislatif maupun eksekutif serentak di tahun 2024 sudah mulai dibicarakan di tataran publik salah satunya kabupaten Karawang yang notabene Bupati Karawang Cellica Nurachdiana.

Karena sudah tidak bisa mencalonkan kembali ,karena sudah dua periode yang bertentangan dengan UU Partai Politik yang berlaku.

Pengamat Politik Karawang Suhlan Pribadi mengatakan bahwa pemilukada Karawang kasus agak berbeda atau kalaupun tidak ada Khasan tentang siapa penerus teh Cellica Nurachdiana.

"Walaupun masih jauh dalam pemilukada serta Dinamika Politik lokal yang sedang berkembang pengaruh dinamika politik nasional".

"Biasanya di Karawang Efisentrum politik lokal dikarawang bukan diketua Parpol parpol tetapi di birokrat , birokrat politik yang ada Pemda, kebetulan Cellica Nurachdiana selaku ketua Partai Demokrat Karawang yang memimpin birokrat." Ungkapnya Jum'at (10/6)

Selain itu, Kata Alumni Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta maka asumsinya akan berusaha melanggengkan kekuasaannya paling tidak tetap menjadi bagian dari pemenang pemilu legislatif maupun eksekutif,dipemilukada tersebut.

"Makan pasangannya yang akan terjadi regenasi secara normal atau tidak normal , apakah Cellica Nurachdiana punya orang dilingkungan internal partai Demokrat yang akan meluluskan untuk mencalonkan diri, bupati dan wakil Bupati." Ujarnya.

Suhlan juga menjelaskan bahwa ada beberapa nama calon bupati yang sudah mulai bermunculan salah satunya Aep Syaepulloh yang sekarang menjabat Wakil Bupati, Gina Swara anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

"Cuman masalahnya itu juga tidak bisa di jadikan patokan karena dinamika internal partai Demokrat Kabupaten Karawang, punya Dinamika sendiri."

"Karena dipartai Demokrat juga ada perpecahan antara kubu Cellica dengan Kubu Pendi Anwar, dan itu akan berpengaruh.' imbuhnya.

"Yang harus menjadi pertanyaan krusial poinnya, Kata Suhlan seperti apa Cellica meregenerasi kepimpinan diparpol Demokrat, kebetulan sekarang menjelang musda partai Demokrat",

" Kabaranya dia juga akan mencalonkan kembali menjadi ketua DPC Partai Demokrat, jadi ini tidak ada regenasi ."

" Satu poin, dan dia teh celli akan naik lagi, meskipun ada dinamika tertentu, dan disisi lain dalam konteks pilkada dia sudah tidak bisa mencalonkan kembali sebagai Bupati Karawang."

"Pejabat Bupati petahana dua kali, dan tidak bisa mencalonkan kembali biasanya, dan kekuasaan akan membentuk oligarki jadi politik keluarga, dan ini anomali sebuah proses politik, baik ditingkat lokal maupun nasional, dan ini bisa aja terjadi di kabupaten Karawang.

"Apalagi konteks dengan pencalegan maupun pemilihan bupati dan wakil Bupati serta Pemilihan disebuah level daerah provinsi maupun pusat.

"Dan ini ada ancaman oligarki dan ini bisa terjadi sebagai demokrasi lokal tidak sehat," tandasnya.

(Laporan : NB)

Editor: Vanessa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini