Jumat, 5 Juni 2026

Pimpinan Dewan: Surabaya dan Jawa Timur Serius Kembangkan Olahraga Ice Skating

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Senin, 1 Juli 2024 | 23:49 WIB
Fiorenza Syne Sachi, Atlet Ice Skating Jawa Timur (Nawi)
Fiorenza Syne Sachi, Atlet Ice Skating Jawa Timur (Nawi)

NAWACITAPOST.COM – Menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 di Aceh dan Sumatra Utara, Pengprov Federasi Ice Skating Indonesia (FISI) Jawa Timur terus berupaya mempromosikan olahraga es skating yang tergolong baru di Indonesia.

Ketua Pengprov FISI Jatim, AH Thony, menyatakan optimis bahwa olahraga ini akan menjadi cabang olahraga berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Kita sedang membidik potensi-potensi dari Surabaya dan Jawa Timur, terkait dengan Plan dalam waktu dekat kita akan ikut di dalam eksibisi PON ke-21 di Medan,” katanya saat ditemui di sela-sela kegiatan pendampingan atlet di arena ice skating Embong Malang Surabaya, Minggu (30/6/2024)

Baca Juga: Cak Ji dan Mr Xu Yong Bahas Masa Depan Kerjasama Surabaya-Tiongkok

Meski es skating belum bisa dipertandingkan secara resmi di PON, namun Thony menegaskan bahwa cabor ini akan tetap dipertandingkan sebagai eksibisi bersama cabor-cabor lainnya seperti padel, teqball, floorball, pickleball, mix martial art, bola tangan pantai, dan panahan berkuda.

AH Thony, Ketua Pengprov FISI Jawa Timur, bersama dua Atlet Ice Skating, Fiorenza Syne Sachi (15 tahun) dan Angelo Collin Neda (17 tahun) (Nawi)

“Pengprov FISI Jatim akan tetap serius mempersiapkan atlet-atlet ice skating Jatim sebaik mungkin, sekaligus untuk mempersiapkan ajang ASEAN Winter Games dan SEA Games 2025,” tambahnya.

Thony, yang juga Wakil Ketua DPRD Surabaya, menjelaskan bahwa saat ini Pengprov FISI Jatim memiliki dua atlet potensial, yaitu Fiorenza Syne Sachi (15 tahun) dan Angelo Collin Neda (17 tahun). Fiorenza sudah berkompetisi di kejuaraan Asia dengan disiplin ice dancing, sedangkan Angelo berhasil meraih juara di Kejurnas dengan cabang speed skating.

Baca Juga: Masalah Lansia Terlantar di Surabaya. Antara Harapan dan Kenyataan!

“Potensi-potensi yang saat ini muncul ini juga tidak terduga, terutama setelah pembukaan ring es skating yang pertama di Surabaya sekitar setahun yang lalu. Dalam beberapa bulan terakhir, sudah terlihat bakat-bakat muda yang muncul dan berpotensi besar untuk dibina,” jelas Thony.

Meski es skating bukan bagian dari budaya asli Indonesia yang beriklim tropis, Thony yakin bahwa Surabaya dan Jawa Timur bisa menjadi pionir dalam ajang internasional dengan memanfaatkan potensi yang ada.

“Kita sadar bahwa skating ini bukan budaya dari kita karena kan kita sebagai negara tropis yang tidak memiliki musim dingin. Tetapi yang menjadi tantangan kita adalah bagaimana kota kita bisa ikut mewarnai di ajang internasional,” katanya.

Baca Juga: PPATK Ungkap Transaksi Judol di lingkungan Legislatif. Ssst! di Surabaya tercatat satu

Dalam upaya mempersiapkan atlet-atlet muda yang bisa berkompetisi di ajang-ajang besar mendatang, Thony menambahkan bahwa Pengprov FISI Jatim akan melakukan seleksi-seleksi dan pembinaan bibit-bibit potensial.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini