Rabu, 2 September 2026

Sistem Parkir Digital Trouble, Juru Parkir Cemas Kembali Jadi Kambing Hitam: "Jukir Selalu Salah'

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Rabu, 2 September 2026 | 12:31 WIB
Salah satu Jukir kota Surabaya
Salah satu Jukir kota Surabaya

Sudah Ada Pemberitahuan, Tetapi Jukir Tetap Butuh Penjelasan

Saiful mengaku mengetahui adanya pemberitahuan dari Bank Jatim selaku pengelola layanan J-Connect melalui akun media sosial resminya mengenai gangguan layanan.

Namun, menurutnya, persoalan komunikasi di lapangan tetap menjadi pekerjaan rumah.

Sebab, informasi gangguan seharusnya tidak berhenti di media sosial. Jukir sebagai petugas yang berhadapan langsung dengan masyarakat juga perlu memperoleh informasi dan petunjuk yang jelas mengenai apa yang harus dilakukan ketika transaksi gagal.

“Kalau ada trouble dan lain sebagainya, silakan terbuka kepada masyarakat. Jangan sampai jukir yang dicap jelek sama masyarakat,” pintanya.

Ia bahkan mengaku selama ini jukir tidak selalu mendapatkan pemberitahuan ketika sistem mengalami gangguan.

“Bahkan kepada jukir pun pemerintah kota, Dinas Perhubungan dan Bapenda nggak pernah memberi tahu. Contohnya kalau ada trouble, tolong dijelaskan kepada masyarakat kalau ada yang menanyakan,” ujarnya.

Dana Retribusi Juga Belum Cair

Persoalan semakin membuat Saiful resah karena pada saat yang sama pencairan hasil retribusi parkir juga mengalami keterlambatan.

Dana hasil retribusi parkir Senin, 31 Agustus 2026, yang biasanya diterima pada pagi atau siang hari, hingga Selasa belum diterimanya.

“Dana pencairan dari hasil kemarin, Senin 31 Agustus 2026, juga belum cair. Biasanya pagi atau paling tidak siang sudah cair, tetapi sampai sekarang belum,” katanya.

Bagi seorang jukir yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas parkir sehari-hari, keterlambatan pencairan tentu bukan perkara kecil.

Di satu sisi mereka dituntut mengikuti sistem digital. Di sisi lain, ketika sistem tersebut mengalami gangguan, mereka tetap harus menghadapi pertanyaan dan keluhan masyarakat.

“Jukir Selalu Salah”

Nada suara Saiful kemudian berubah ketika membicarakan kekhawatirannya menjadi pihak yang kembali dipersalahkan.

Ia merasa jukir seolah selalu berada di posisi paling mudah untuk dijadikan sasaran ketika terjadi persoalan parkir.

“Jukir selalu salah, Mas. Kalau jukir benar, ya kembali ke pasal satu. Jukir yang salah lagi. Begitu, Mas,” sindirnya.

Kalimat tersebut terdengar sederhana, tetapi menggambarkan keresahan seorang jukir yang merasa berada di posisi paling rentan dalam penerapan sistem digitalisasi parkir.

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini