Sabtu, 18 Juli 2026

Gebrakan Ekonomi Desa: Presiden Prabowo Resmikan 1.061 KDKMP dari Nganjuk, Kabupaten Bogor Siap Tancap Gas!

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Minggu, 17 Mei 2026 | 07:52 WIB
Rudy Susmanto Bupati Bogor, Jawa Barat ketika menghadiri peluncuran 1.061 KDKMP secara virtual  (Istimewa)
Rudy Susmanto Bupati Bogor, Jawa Barat ketika menghadiri peluncuran 1.061 KDKMP secara virtual (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM — Sebuah langkah besar demi kemandirian ekonomi kerakyatan resmi dimulai. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, meresmikan langsung operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Indonesia. Berpusat di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, momentum bersejarah ini disaksikan secara virtual oleh seluruh elemen bangsa pada Sabtu (16/5/2026).

Di Kabupaten Bogor, atmosfer optimisme begitu terasa. Rudy Susmanto Bupati Bogor, menghadiri peresmian ini secara virtual langsung dari Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat—satu dari ribuan koperasi yang ikut diresmikan langsung oleh Presiden.

Tidak sendirian, Bupati Rudy didampingi oleh jajaran elite Forkopimda, mulai dari Danrem 061 Suryakancana, Ketua DPRD, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Kapolres Bogor, hingga Sekretaris Daerah dan jajaran Pemkab Bogor.

Baca Juga: Dukungan Anak Muda Mengalir Deras, Johan Nagen Jaya All-Out Menangkan Misri di Pilkades Bantarjaya

Visi Besar Presiden: Petani Harus Mandiri!

Program KDKMP bukan sekadar urusan simpan-pinjam biasa. Ini adalah bagian dari strategi nasional pemerintah pusat untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dari akar rumput (desa/kelurahan).

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih dirancang untuk menjadi fondasi kokoh bagi penguatan ekonomi desa, sekaligus motor penggerak sektor perikanan, hilirisasi, dan industrialisasi nasional.

Koperasi ini nantinya akan bertransformasi menjadi one-stop service bagi masyarakat desa dengan menyediakan:

  • Layanan keuangan terpadu.
  • Distribusi logistik dan penyaluran subsidi tepat sasaran.
  • Sarana pengangkutan hasil pertanian mandiri.

"Koperasi punya truk sendiri dan pikap sendiri, sehingga petani tidak bergantung kepada pihak lain," tegas Presiden Prabowo, menggarisbawahi pentingnya memutus rantai ketergantungan petani pada pihak ketiga.

Baca Juga: Mencetak Generasi Unggul: Universitas Islam An Nur Lampung Buka Pendaftaran S1 hingga S3!

Bogor Tak Mau Nanggung: Bentuk Satgas Khusus, Dinas Terkait Diminta "Ngantor" di Lapangan

Menjawab tantangan besar dari program Asta Cita Presiden tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor langsung bergerak cepat. Dari target 189 titik KDKMP di Bumi Tegar Beriman, progresnya menunjukkan grafik yang sangat positif:

Status KDKMP Kabupaten Bogor saat ini sudah berjalan di 134 titik, dan yang telah siap beroperasiona 25 titik, sementara sisanya masih proses penyelesaian kendala mulai dari lahan dan administrasi.

Demi menyapu bersih sisa kendala administrasi dan lahan yang ada, Pemkab Bogor mengambil langkah ekstrem dan tak biasa. Mereka resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan KDKMP.

Bahkan, demi memotong jalur birokrasi, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor diinstruksikan untuk berkantor langsung di lokasi Satgas. Langkah ini diambil agar evaluasi dan eksekusi solusi di lapangan bisa digebuk setiap hari tanpa menunda waktu.

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Wawali Bekasi Ingatkan Syariat Penyembelihan dan Ajak Warga Doakan Kelancaran Ibadah Haji Wali Kota

Halaman:

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini