Publik perlu tahu apakah target tercapai (jumlah kendaraan yang parkir, PAD yang masuk, TBM yang aktif, Kampung Madani yang efektivitasnya).
Daripada menyebar ke banyak program sekaligus, lebih baik memperkuat beberapa program terlebih dahulu agar berhasil dan bisa dijadikan model.
Bukan hanya citra atau penghargaan, tapi indikator sosial-ekonomi (pengentasan pengangguran, kualitas pendidikan, pelayanan dasar, hak anak, tingkat kemiskinan) harus menjadi tolok ukur.
Jika program-program ini terus dilepas seperti mimpi dan langsung eksekusi tanpa kajian dan kontrol, risikonya bukan hanya kegagalan, tapi pengeluaran anggaran yang mubazir, kepercayaan publik yang menurun, dan potensi munculnya masalah baru: ketidakadilan, ketidakmerataan layanan, pungli, konflik antar OPD, dll.
Pemimpin yang bagus adalah pemimpin yang bisa menahan ego proyek keren, yang bisa mendengar kritik rakyat, yang bisa memastikan program bukan sekadar gagasan tapi nyata manfaatnya di lapangan. ***