Upaya pencegahan dan penuntasan kasus kekerasan dilakukan melalui berbagai langkah dan kolaborasi antarlembaga.
Thussy menyebut bahwa Pemkot Surabaya telah melakukan berbagai upaya pencegahan, termasuk promosi layanan Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) melalui berbagai media seperti media sosial, media cetak, dan elektronik.
"Puspaga Kota dan Puspaga ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) di Mal Pelayanan Publik Siola, serta Puspaga di rumah anak-anak prestasi di Nginden dan Sonokwijenan," ujarnya.
Pusat Pendidikan dan Pembelajaran Puspaga (P3) melibatkan 478 Puspaga Balai RW yang tersebar di Kota Surabaya, dengan tujuan memberikan edukasi kepada orang tua tentang pengasuhan positif untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Baca Juga: OTT di Lingkungan Pemkab Sidoarjo, KPK Bantah Lindungi Bupati Muhdlor
"Dengan upaya-upaya ini, pengembangan program, dan kebijakan yang terus kami lakukan, kami berharap dapat terus menekan kasus kekerasan perempuan dan anak di Kota Surabaya," pungkas Thussy. ***
Artikel Terkait
Respon Positif Keinginan Warga, Anas Karno: Koperasi Solusi Terbaik untuk Rusunawa Keputih!
OTT di Lingkungan Pemkab Sidoarjo, KPK Bantah Lindungi Bupati Muhdlor
Februari, Pemkot Surabaya Terapkan Parkir non tunai di 1370 titik: Komisi B sebut Butuh komitment bersama yang kuat
Peningkatan Layanan Air Bersih, Wali Kota Surabaya Resmikan Reservoir dan Proyek Rumah Pompa PDAM Surya Sembada
Sambut Tahun Baru Imlek 2024, Pemkot Surabaya Hiasi Kota Pahlawan dengan Ornamen Pecinan
Membangun Kota yang Lebih Baik, Wali Kota Surabaya Melantik Pengurus FMKKNS