Kamis, 4 Juni 2026

Surabaya Perkuat Aqidah Agama, Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Rabu, 31 Januari 2024 | 23:14 WIB
Pemkot Surabaya komitmen melindungi dan mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) (Nawi)
Pemkot Surabaya komitmen melindungi dan mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, di bawah kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi, menegaskan komitmennya dalam melindungi dan mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menguatkan aqidah agama masyarakat melalui pendidikan di sekolah dan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan fokusnya dalam memimpin Kota Pahlawan adalah membangun Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penguatan pendidikan aqidah agama. Baginya, ini menjadi hal penting sejalan dengan pembangunan infrastruktur.

Baca Juga: Membangun Kota yang Lebih Baik, Wali Kota Surabaya Melantik Pengurus FMKKNS

"Karena itu sejak saya memimpin sampai hari ini, itu adalah bagaimana membentuk akhlak yang baik. Salah satunya adalah melalui penguatan aqidah agama di sekolah-sekolah dan melalui Sekolah Orang Tua Hebat," ujar Wali Kota Eri Cahyadi pada Selasa (30/1/2024).

Eri Cahyadi berpendapat bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak seringkali terjadi akibat kurangnya penguatan aqidah agama.

Oleh karena itu, pemerintah kota berencana untuk lebih intensif lagi dalam menguatkan aqidah agama melalui SOTH di berbagai perkampungan.

Baca Juga: Sambut Tahun Baru Imlek 2024, Pemkot Surabaya Hiasi Kota Pahlawan dengan Ornamen Pecinan

"Sehingga kasus kekerasan bisa terkurangi dan kejadian-kejadian ini memberikan pembelajaran. Kita akan lebih konsentrasi di sana," tambahnya.

Selain pendekatan aqidah agama, Wali Kota Eri Cahyadi juga meminta jajarannya untuk melakukan edukasi kepada warga dengan tujuan meningkatkan kepedulian antar sesama.

Ia menekankan pentingnya warga untuk saling mengawasi dan berinteraksi positif di tingkat tetangga.

Baca Juga: Sumpah Dokter, Rektor UWKS: Dokter di Era 5.0 Perlu Kembangkan Soft Skill dan Melek Digital

"Bagaimana sesama tetangga saling bisa mengawasi satu dengan yang lainnya. Itu yang kita lakukan," ungkapnya.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP3A-PPKB Kota Surabaya, Thussy Apriliyandari, menegaskan bahwa pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melibatkan seluruh elemen dalam jejaring.

Halaman:

Editor: Nawi.

Sumber: Pemkot Surabaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini