Minggu, 19 Juli 2026

Prihatin Kasus Asusila di Surabaya, DPRD minta DP3APPKB dampingi korban di Shelter

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Selasa, 23 Januari 2024 | 11:11 WIB
Anas Karno. Wakil ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya. (Nawi)
Anas Karno. Wakil ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya. (Nawi)

Selama masa pemulihan, korban juga diberikan kegiatan fisik seperti memasak, membuat kue, mengaji, dan olahraga beladiri karate.

Baca Juga: Dyah Katarina: Pos PAUD Terpadu Surabaya Tidak Baik-baik Saja!

Ida menegaskan bahwa pendampingan akan terus dilakukan selama proses hukum berlangsung dan bahkan setelahnya.

"Kita terus dampingi, bahkan sampai proses hukum selesai. Jika anak masih harus tinggal di shelter, kita akan rehabilitasi hingga bisa kembali ke lingkungannya," jelasnya.

Saat ditanya mengenai proses pembelajaran korban di sekolah, Ida berharap korban bisa sekolah di dekat shelter, namun tanpa memaksanya. Menurutnya, korban mengalami trauma psikis berat karena pelaku asusila adalah orang-orang terdekatnya.

Baca Juga: Anas Karno Tekankan Pentingnya Skill dari Perguruan Tinggi untuk Ekonomi Warga Surabaya

"Korban memendam peristiwa yang dialaminya sejak SD. Dia membutuhkan keberanian luar biasa saat menceritakan ke ibunya. Untungnya, ibunya memberikan dukungan," tutup Ida. ***

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini