NAWACITAPOST.COM – Anggota Panitia Khusus (Pansus) DPRD Surabaya, Eri Irawan, mengingatkan seluruh camat dan lurah di Kota Pahlawan untuk benar-benar serius mengawal pemanfaatan Dana Kelurahan (Dakel) dalam pembangunan infrastruktur perkampungan. Ia menekankan bahwa anggaran senilai Rp509 miliar yang dialokasikan pada 2025 ini harus berdampak nyata bagi warga.
“Jangan sampai arah kebijakan Wali Kota Eri Cahyadi yang progresif terkait penataan kampung kemudian tidak mampu diterjemahkan camat dan lurah melalui pengawalan program yang efektif,” tegas Eri, usai rapat bersama para camat, Selasa (15/4/2025).
Menurut politisi PDI Perjuangan itu, pelaksanaan proyek Dakel yang mulai digarap akhir April atau awal Mei 2025 harus menjadi momentum strategis untuk menata perkampungan. Oleh sebab itu, Eri menyoroti tiga aspek penting yang harus jadi perhatian bersama.
Baca Juga: Ajeng Wira Wati: Nol Persen Kemiskinan Tak Berarti Boleh Blokir NIK Warga
Pertama, ia menekankan pentingnya koordinasi lintas pihak agar pelaksanaan proyek tidak menimbulkan dampak negatif. Ia mencontohkan insiden tahun lalu, di mana beberapa pengerjaan Dakel menyebabkan kerusakan pada jaringan pipa PDAM dan membuat distribusi air ke rumah warga terganggu.
“Saat ini jaringan pipa tersier PDAM sudah merata di hampir seluruh wilayah Surabaya. Maka dari itu, potensi berimpitan dengan proyek Dakel sangat besar dan bisa berdampak ke jaringan air bersih jika tidak dikoordinasikan secara serius,” jelasnya.
Masalah lain yang juga disorot adalah kondisi pasca-pengerjaan. Eri menilai masih banyak material sisa proyek yang ditinggalkan begitu saja di lingkungan warga, menimbulkan debu dan mengganggu kenyamanan.
Baca Juga: Tunggakan Pajak Capai Rp1,7 T, Dewan PSI: Segel Aset yang Membandel!
“Bahkan ada material proyek yang dibiarkan tergeletak di depan rumah warga, sehingga warga tersebut kesulitan keluar-masuk rumahnya,” ungkapnya.
Meski demikian, Eri tetap memberi apresiasi atas kinerja kelompok masyarakat dan rekanan pelaksana proyek. Ia percaya, dengan pengawasan yang optimal dari camat dan lurah, berbagai kekurangan tersebut bisa segera dibenahi.
Kedua, ia menekankan pentingnya kualitas pengerjaan proyek. Menurutnya, camat dan lurah harus aktif memastikan bahwa spesifikasi material dan teknik pengerjaan sudah sesuai standar. “Material saluran drainase maupun paving harus benar-benar sesuai spesifikasi agar dampak pembangunan bisa awet dan dirasakan warga dalam jangka waktu panjang,” tegas Eri.
Baca Juga: DPRD Surabaya: Wacana Kenaikan Tiket KBS Harus Dikaji, Jangan Membebani Warga
Ia juga mendorong Dinas Sumberdaya Air dan Bina Marga (DSDABM) untuk mendampingi kelurahan dalam memastikan kualitas pembangunan.
Ketiga, Eri menegaskan pentingnya tata kelola pengadaan barang dan jasa yang tertib dan sesuai aturan. Ia mengingatkan agar tidak muncul masalah hukum di kemudian hari akibat kelalaian prosedural.