Rabu, 19 Agustus 2026

WBP Kristen Lapas Kelas IIB Panyabungan Kanwil Kemenkumham Sumut Mengikuti Bimbingan Kerohanian

Photo Author
Yustinus, Nawacita Post
- Senin, 6 November 2023 | 21:54 WIB


Panyabungan, NAWACITAPOST.COM - Dalam rangka pemenuhan pelayanan di bidang pembinaan kerohanian, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Panyabungan melaksanakan bimbingan kerohanian untuk WBP Kristen. Senin, (06/11/2023).





Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin, kegiatan dimulai pada pukul 10.00 WIB yang bertempat di Gereja Lapas Panyabungan. Dalam melaksanakan kegiatan ini, Lapas Panyabungan melakukan kerjasama dengan penyuluh agama di sekitar sebagai pengkhotbah warga binaan saat ibadah.





Ibadah kali ini bertemakan "Domba Yang Hilang", yang berasal dari Kitab Matius 18:12-20. “Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.” (Matius 18:13). Bagi sebagian orang, mungkin pernah merasakan kehilangan, entah itu barang atau orang yang disayangi. Alangkah senangnya ketika kita bisa menemukan kembali barang atau orang yang kita sayang.







Demikianlah yang diajarkan Tuhan Yesus kepada murid-muridnya saat menjadi gembala. Ia mengumpamakan tentang domba yang hilang dan ditemukan kembali oleh pemiliknya. Jika kamu seorang gembala dan mempunyai banyak domba kemudian ada satu domba yang tersesat, maka dipastikan kamu akan mencari seekor domba yang tersesat itu. Ketika kamu menemukannya, kamu akan merasa senang jika dibandingkan dengan menggembala banyak domba yang tidak tersesat.





Di situlah Tuhan Yesus menekankan poin penting tentang perumpamaan domba yang hilang. Pemilik domba akan lebih bahagia bisa menjumpai seekor domba yang tersesat dan hilang. Kita bisa mendapatkan pelajaran yang berharga karena begitu besar kasih Allah Bapa kepada anak-anak-Nya. Ia tidak menginginkan seorang pun dari anak-anak-Nya yang hilang, sebab itu Tuhan selalu mencari semua umat-Nya yang hilang untuk dibawa pulang.





Dalam cerita Alkitab, para murid bukanlah binatang domba, melainkan hanya perumpamaan saja bahwa mereka adalah seorang manusia yang berhak memberikan teguran kepada temannya saat sedang berbuat dosa. Namun, ketika orang yang tersesat itu sulit untuk dinasihati dan melawan, maka akan dikucilkan (Matius 18:15-17).







Dalam kitab tersebut, Tuhan Yesus memberikan wewenang kepada semua murid untuk menentukan apakah menerima atau tidak seseorang yang hidup berjemaat bersama pada waktu itu. Puji Tuhan, syukur kepada Allah. Amin. Begitulah khotbah yang disampaikan oleh Penyuluh Agama.


Halaman:

Editor: Yustinus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini