Zahdi: Kalau Tidak Dikontrol, Pejabat Bisa Semena-mena
Zahdi menegaskan, keberadaan masyarakat sipil diperlukan untuk mengontrol lembaga pemerintah maupun badan usaha milik negara dan daerah.
“Ketika tidak ada yang menyuarakan, Jasa Tirta bisa semena-mena. PDAM pun bisa semena-mena. Pejabat pemerintah kota, pemerintah pusat sampai daerah, kalau tidak dikontrol secara sosial oleh elemen masyarakat, kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat bisa berjalan begitu saja,” kata Zahdi.
Menurutnya, kontrol masyarakat bukan bentuk perlawanan terhadap pemerintah, melainkan bagian dari mekanisme pengawasan publik.
“Kalau tidak ada kontrol, siapa yang mengawasi? Jangan sampai lembaga yang dipercaya negara justru membuat masyarakat tidak mendapatkan kepastian,” ujarnya.
Ia menegaskan, Gempar tidak ingin air hanya dilihat dari sisi transaksi dan pendapatan.
“Air adalah kebutuhan dasar. Jangan sampai masyarakat hanya menerima dampaknya, sementara pihak lain menikmati manfaat ekonominya,” tegas Zahdi.
PJT I Belum Beri Jawaban Final
Dalam aksi tersebut, massa akhirnya ditemui oleh staf PJT I, Ivana dan Agung.
Namun, Gempar menilai perwakilan tersebut belum dapat memberikan kepastian atas tuntutan utama massa karena bukan pihak yang memiliki kewenangan mengambil keputusan strategis.
Massa akhirnya memilih mundur dan berencana menggelar aksi yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak mendapatkan jawaban yang memadai.
Meski demikian, pertemuan tersebut menghasilkan satu perkembangan penting.
Pihak PJT I menyampaikan akan melakukan cross-check terhadap data pelanggan dan perizinan pengelolaan air.
Informasi awal yang disampaikan kepada Gempar menyebutkan bahwa Citraland dan Graha Family tercatat sebagai pelanggan PJT I, sementara satu kawasan lainnya masih akan diperiksa kembali.
PJT I juga berjanji akan mengundang Gempar Jatim dalam dialog lanjutan sekaligus menunjukkan data dan dokumen perizinan pelanggan PJT I, termasuk pelanggan selain PDAM.
Zahdi Kecewa: Kami Butuh Orang yang Bisa Mengambil Keputusan
Usai aksi, Zahdi mengungkapkan kekecewaannya kepada NawacitaPost. “Kami kecewa betul karena tidak bisa bertemu dengan pihak yang bisa langsung mengambil keputusan. Itu yang pertama,” kata Zahdi.
Namun, menurutnya, terdapat perkembangan yang cukup penting dari pertemuan tersebut.