Jumat, 5 Juni 2026

Berhadapan, Aksi Masa Pro dan Kontra Hak ANGKET di depan Grahadi

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Rabu, 6 Maret 2024 | 00:09 WIB
AKSI DAMAI PRO KONTRA HAK ANGKET DI GRAHADI, SELASA 5 MARET 2024 (Nawi)
AKSI DAMAI PRO KONTRA HAK ANGKET DI GRAHADI, SELASA 5 MARET 2024 (Nawi)

Disisi yang berbeda, Wawan Leak koordinator aksi gabungan masyarakat, buruh dan mahasiswa mengaku ada kegelisahan warga Jawa Timur karena kondisi bangsa yang carut marut dan complicated.

Baca Juga: APPD Jatim Gelar Aksi Damai Dukung Pelaksanaan Pemilu 2024 di KPU

Mereka menduga di negara ini ada kefatalan tata kelola berbangsa dan bernegara, ada pengkhianatan institusi dan konstitusi negara yang dilakukan oleh rezim Presiden Joko Widodo.

"Kita tergerak untuk berkumpul bersama menyuarakan kebenaran," cetusnya.

Menurutnya, ada tangan-tangan tidak kelihatan yang dilakukan oleh tirani untuk melanggengkan yang namanya status quo.

"Ada sesuatu yang mereka (Pemerintah Jokowi, red) sembunyikan, ini yang mesti kita ungkap," sebut Wawan.

Baca Juga: Incumbent PSI Dapil 5 Unggul dalam perolehan suara di Partai Mawar

"Hari ini yang kita ingin menyampaikan bahwa Demokrasi yang dilakukan oleh rezim barbar ini mesti disudahi," katanya.

Wawan mengaku, pihaknya akan menyalakan lilin dan menggulirkan bola salju sebanyak-banyaknya di daerah-daerah, khususnya di 38 Kabupaten Kota se Jawa Timur untuk menjadi gelombang perlawanan.

"Karena ini betul-betul bukan hanya masalah pemilu, tapi ada pengkerdilan yang namanya demokratisasi," ucap Wawan yang mengaku aktivis 80 an ini.

Baca Juga: Website Hitung Suara dianggap KPU Hoax dan Menyesatkan, Samuel Teguh: Ini Pidana!

Wawan Leak juga mengaku, terpaksa harus turun gunung untuk menjawab tentang kondisi republik yang sudah tidak bisa ditoleransi lagi.

"Kami aktifis 80 an gerah dan harus turun gunung untuk menyuarakan kebenaran," tegas Wawan. ***

 

 

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini